Malam Anugerah Otonomi Award JPIP 2015

Otonomi Daerah Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

SAMARINDA -  Pelaksanaan otonomi daerah di Kaltim maupun Kaltara dinilai cukup berhasil. Hal ini terbukti dari banyaknya keberhasilan kabupaten/kota yang menjadi daerah otonomi baru (DOB). Salah satunya Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur serta Kalimantan Utara yang sebelumnya adalah bagian dari Kaltim.  

Pemprov Kaltim menilai otonomi daerah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena pemerintah daerah dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membangun.

“Ini sesuai dengan prestasi yang diterima berbagai daerah otonom di Kaltim ketika penyerahan anugerah Otonomi Award The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (JPIP) wilayah Kaltim-Kaltara 2015. Dari prestasi yang mereka capai, masing-masing kabupaten/kota memiliki inovasi sendiri dalam mewujudkan perkembangan pembangunan. Kondisi ini menandakan bahwa otonomi daerah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Meiliana usai menghadiri malam anugerah Otonomi Award JPIP Wilayah Kaltim-Kaltara 2015 Seri ke-6 di Samarinda, Rabu malam (9/9).

Menurut Meiliana, daerah yang berhasil meraih berbagai penghargaan tersebut patut menjadi contoh kabupaten/kota yang lain. Contohnya, Kutai Kartanegara meraih otonomi award grand parameter pembangunan ekonomi, Samarinda meraih otonomi award grand parameter pelayanan publik dan Bontang meraih grand parameter performa politik lokal.

Capaian yang diraih kabupaten/kota tersebut, diharapkan dapat memacu motivasi kabupaten/kota yang lain untuk lebih kreatif dan inovatif melaksanakan kinerja pemerintahan dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap daerah yang belum berhasil terus berupaya menciptakan terobosan baru, sehingga pembangunan yang dilakukan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Meski demikian, terobosan yang dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan tetapi bagaimana mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika ekonomi masyarakat meningkat, kesejahteraan pun akan meningkat,” jelasnya.

Tujuan otonomi daerah adalah untuk menggalang kerjasama antar pemerintah daerah, mengindentifikasi potensi lokal dan pengembangan kapasitas dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dengan otonomi daerah diharapkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik menjadi lebih sederhana dan cepat, karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat, sesuai kewenangan dimiliki.  

”Kebijakan ini diperlukan pula untuk menghadapi perkembangan keadaan zaman dan mengakomodasi berbagai kepentingan,” jelasnya.

Otonomi daerah telah memberi banyak perubahan bagi pembangunan nasional dan daerah. Begitu pula yang terjadi di Kaltim dan Kaltara yang ditandai dengan peningkatan penerimaan asli daerah dan peningkatan APBN, pemekaran wilayah, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang ada dapat diolah dan diberdayakan secara lebih maksimal. (jay/sul/adv)

//Foto: Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Meiliana bersama penerima anugerah Otonomi Award JPIP Wilayah Kaltim-Kaltara 2015.(seno/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait