Manfaatkan Potensi Lokal, Warga Kutim Dilatih Berwirausaha

Manfaatkan Potensi Lokal, Warga Kutim Dilatih Berwirausaha

 

SANGATTA - Ketergantungan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada sektor tambang batubara, serta minyak dan gas bumi secara perlahan harus segera diakhiri. Kaltim harus segera memiliki lokomotif ekonomi baru yang mengandalkan kekuatan potensi lokal berbasis sumber daya alam terbarukan (renewable resources).

Program nyata Gubernur Awang Faroek Ishak adalah mengoptimalkan kekuatan sumber daya alam terbarukan untuk menggantikan kekuatan ekonomi unrenewable resources yang sudah pasti habis dalam beberapa tahun ke depan.

Namun tentu saja, optimalisasi potensi sumber daya alam terbarukan itu  harus lebih banyak melibatkan kekuatan masyarakat dengan terus mendorong semangat masyarakat untuk tampil menjadi wirausahawan produktif dan kompetitif.

"Kami akan terus meyakinkan masyarakat, bahwa menjadi wirausahawan itu juga masa depan. Potensi lokal Kaltim sangat besar dan itu harus kita manfaatkan. Memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, itulah yang akan terus kita dorong," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim HM Djailani dalam sambutan yang dibacakan Kepala UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Disnakertrans Kaltim, Hj Hetty, pada penutupan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemula Angkatan V dan VI di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Sabtu (25/4).

Kutai Timur menjadi kabupaten ketiga yang menjadi target pelatihan kewirausahaan bagi pemula tahun ini. Sebelumnya, UPTD Disnakertran Kaltim telah melakukan program pelatihan serupa di Kabupaten Kutai Barat untuk Angkatan I dan II, dan Kabupaten Berau untuk Angkatan III dan IV.

Angkatan V dilakukan di Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan. Sementara Angkatan VI dilakukan di Desa Swarga, Bara Kecamatan Sangatta Utara.   Warga Sangatta Selatan dilatih membuat berbagai produk olahan dari bahan rumput laut antara lain dodol rumput laut, permen rumput laut dan manisan rumput laut.

"Daerah ini memiliki banyak potensi lokal berupa rumput laut yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang pasti bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga setempat," kata Djailani.

Selain itu peserta juga dilatih membuat tepung mocaf  berbahan singkong dan pisang). Para peserta juga diberi tambahan pengetahuan untuk membuat brownies dan burger dari bahan mocaf singkong dan pisang tersebut. Sedangkan Angkatan VI dilatih membuat bakpao aneka rasa.

Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim Hj Hetty menambahkan, peserta pelatihan di setiap desa yang dikunjungi nampak sangat antusias mengikuti setiap pemaparan materi yang disampaikan para instruktur dari UPTD PPD.  Selain mendapat berbagai teknik dan ilmu baru pembuatan sejumlah produk olahan, para peserta juga diberi tambahan ilmu manajemen usaha dan manajemen produktivitas.

"Awalnya, mereka belum banyak tahu tentang teori dan praktik produktivitas yang bisa digunakan dalam usaha. Setelah mendapat penjelasan dari para instruktur kami, mereka sangat respek dan jadi lebih bersemangat untuk menjadi wirausahawan baru yang produktif dan kompetitif," ungkap Hetty.

 Pelatihan dilakukan dalam waktu 6 hari, digelar sejak Senin (20/4) dan berakhir pada Sabtu (25/4). Masing-masing angkatan diikuti 20 peserta. Pelatihan yang sama juga akan dilakukan ke kabupaten/kota lainnya di Kaltim. (sul/hmsprov)

Berita Terkait