Maratua Diusulkan Jadi KEK Nasional

Tim penilai dipimpin Anthoni Rakhman saat meninjau pembangunan Dermaga Pulau Kakaban yang dilakukan pihak swasta PT BMI.(masdiansyah/humasprov kaltim)

 

Maratua Diusulkan Jadi KEK Nasional

 

BERAU - Kabupaten Berau oleh Gubernur Awang Faroek Ishak sesuai potensi dan keunggulannya telah ditetapkan sebagai kawasan industri kepariwisataan. Seiring dengan tekad Gubernur Kaltim didukung kemajuan dan perkembangan kepariwisataan kabupaten paling utara di Benua Etam itu.

 

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pariwisata Berau  mengusulkan gugusan Kepulauan Derawan khususnya Pulau Maratua menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Industri Pariwisata Nasional. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Usaha Jasa Pariwisata Dinas Pariwisata Kaltim H Anthoni Rakhman saat kunjungan kerja  di Kabupaten Berau, Rabu (6/9).

 

Menurut dia, kawasan Pulau Maratua serta gugusan kepulauan sekitarnya  sangat sesuai dijadikan KEK Nasional. "Gubernur sudah menetapkan delapan kawasan industri dan salah satunya Kabupaten Berau sebagai kawasan industri pariwisata. Guna menguatkan posisi itu Pemkab mengusulkan Maratua menjadi KEK nasional. Provinsi sangat mendukung kebijakan itu," katanya saat mewakili Kepala Dispar Kaltim H Syafruddin Pernyata di Berau.

 

Potensi dan keunggulan wilayah lanjutnya, didukung sarana dan prasarana serta fasiltas tang divangun pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dan pusat cukup memadai, sehingga layak Maratua dijadikan KEK. Salah satunya sebut Anton, Bandara Maratua yang dibangun Pemprov Kaltim didukung Pemkab Berau dan pemerintah pusat.

 

Fasiltas itu sangat menunjang dalam pengembangan industri pariwisata utamanya akses pendekat wisatawan berkunjung ke gugusan kepulauan yang memang mengandalkan industri pariwisata keindahan alam atau ecotourism khususnya laut.

 

Selain mudah menjangkau Pulau Derawan sebagai ikon Berau bahkan Kaltim dan nasional juga adanya Pulau Sangalaki dan Kakaban. Khusus Pulau Kakaban terus dilakukan pembenahan oleh pihak swasta seperti PT Bhumi Manimbhora Interbhuwana (BMI) membangun berbagai fasilitas di kawasan pulau tanpa dana pemerintah.

 

"Kakaban terdapat danau air tawar purbakala didalam dihuni biota laut langka seperti ubur-ubur dan binatang laut lainnya yang tidak terdapat di negara lain," ungkap Anton. Sementara itu Kepala Dispar Berau Mappasikra Mappaselleng membenarkan kalau pihaknya mengajukan ke Dewan KEK Pusat.

 

"Di Mararua ini kan investor bidang pariwisata masuk terus. Nah ini tujuan kita menetapkan Maratua sebagai KEK agar investasi terus berkembang dan pariwisata di Berau semakin maju," ujar Mappasikra. Dia menambahkan selain investasi juga kunjungan wisatawan terus meningkat baik wisatawan nusantara maupun mancanegara baik Eropa maupun Asia serta nerbagai negara lainnya.(yans/ri/sul/humasprov)

Berita Terkait