Kalimantan Timur
Masih 19 Persen

Ist

Kasus positif Covid-19 di Kaltim semakin hari terus meningkat. Perbandingan angka positif dengan tingkat kesembuhan kian tidak sebanding. 

 

Jumlah pasien positif pada Minggu (19/7/2020) sebanyak 20 orang, sementara pasien sembuh hanya satu orang.

 

Gubernur Kaltim Isran Noor yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim mengungkapkan bahwa serapan anggaran untuk keperluan  penanganan Covid-19 di Kaltim baru sekitar 19 persen.

 

"Jadi memang  belum banyak. Perlu kehati-hatian dalam penggunaan anggaran. Takut salah," kata Isran.

 

Refocusing anggaran untuk Covid-19, penggunaannya memang tidak seperti layaknya penggunaan anggaran. 

 

"Ada ketentuan-ketentuan yang terus turun dari pusat dalam bentuk ketentuan teknis maupun pedoman-pedoman. Ini yang harus ditaati agar tidak salah," sebut Isran lagi. Kondisinya memang menuntut Kehati-hatian agar  jangan sampai salah.

 

"Insyaallah Minggu depan kami akan rapat dengan para bupati dan wali kota agar serapan anggaran bisa lebih tinggi dan sesuai pedoman," tambah Isran.

 

"Sebenernya tidak susah, ada uang belikan, selesai. Tapi susahnya itu, kalau salah," sambungnya. Oleh karenanya, penggunaan anggaran harus tetap dengan pedoman pusat.

 

Namun diakui Gubernur, secara umum penanganan Covid-19 di Kaltim berjalan baik. Sebab selain belanja pemerintah, dukungan swasta dan masyarakat sangat tinggi untuk bergotong-royong melawan penyebaran virus corona dan mengatasi dampak sosial ekonominya. (sul)

Berita Terkait