Masjaya : Unmul Siap Jadi Mitra Pemerintah

Masjaya : Unmul Siap Jadi Mitra Pemerintah

 

SAMARINDA-Rektor baru Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Masjaya menegaskan pihaknya siap menjalin kemitraan yang lebih baik dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Hal ini penting dilakukan, agar perguruan tinggi terbesar di Kaltim tersebut mampu memberikan kontribusi yang  jauh lebih besar bagi kemajuan pembangunan daerah.

“Sebagian besar sumber daya manusia kita tersedia di sini, hanya saja belum terinventarisasi dan tergarap secara baik. Inventarisasi akan kami lakukan dan apa-apa kebutuhan pemerintah untuk pembangunan akan kita sesuaikan. Kami ingin ada kerjasama antarlembaga bukan hanya kerja-kerja individu,” kata Masjaya usai menghadiri buka puasa bersama gubernur dan Gapki Kaltim, Sabtu (19/7).

Kerjasama dengan pemerintah daerah menurut Masjaya sangat mungkin dilakukan dalam hal penelitian-penelitian, yang merupakan satu bagian dari tiga komponen utama aktifitas universitas selain  pendidikan dan pengajaran. Namun dia menegaskan, kerjasama bidang penelitian itu tidak bersifat individu, tetapi kerjasama secara kelembagaan. 

Dia sangat yakin, bahwa Unmul sesungguhnya juga memiliki sumber daya manusia yang lengkap dan andal untuk penelitian di berbagai bidang. Sayangnya, hal tersebut belum terkelola secara baik.

Demikian halnya untuk urusan penelitian yang dilakukan pemerintah daerah yang umumnya justru dilakukan dengan universitas terkemuka di Indonesia, seperti UGM, IPB, UI maupun Unhas.

“Insyaallah kita juga bisa dan kami mau peduli. Kami akan koordinasikan ini secara kelembagaan. Dalam berbagai kerjasama dengan universitas luar daerah sebelumnya, sebenarnya kita juga bisa, tapi tidak kita lakukan.  Kalaupun nanti SDM kita belum tersedia, maka bisa saja kerjasama dilakan dengan universitas lain, tetapi Unmul harus ada di dalamnya,” tegas Masjaya.

Pada berbagai kesempatan sebelumnya, Gubernur Awang Faroek Ishak selalu menekankan agar Unmul harus mampu menjadi mitra pemerintah daerah untuk mendukung sukses pembangunan. Gubernur kerap kali menyinggung tidak selarasnya lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung visi dan misi pembangunan daerah. Satu contoh, potensi sektor kehutanan yang masih tinggi melalui pengembangan hutan tanaman industri (HTI), tetapi Fakultas Kehutanan justru makin sepi peminat.

Demikian pula kerjasama penelitian, peluang kerjasama yang sudah dibuka pemerintah untuk melakukan berbagai penelitian terkait pembangunan ekonomi baru terbarukan tidak segera ditangkap, hingga akhirnya berbagai penelitian harus dilakukan dengan universitas dari luar daerah. (sul/hmsprov)

Berita Terkait