Masjid Pemprov Bak Istiqlal
(Diharapkan Jadi Pusat Kegiatan Umat Muslim)

Maket Masjid Pemprov Kaltim

SAMARINDA. Alhamdulillah, rasa syukur seluruh masyarakat Kaltim, khususnya Samarinda. Insyaallah di penghujung tahun ini akan berdiri sebuah Masjid Pemprov Kaltim di lahan seluas 16.261 m2. Masjid ini memiliki bangunan utama berlantai 3 dengan 4 menara, kapasitas 3.500 jamaah dengan area parkir roda 4 sebanyak 150 unit dan roda 2 sebanyak 400 unit. 

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak sangat berharap hadirnya masjid ini mengisyaratkan indahnya keberagaman dan kerukunan rumah ibadah. Masjid Pemprov Kaltim bisa sama halnya dengan Masjid Istiqlal di Jakarta. Jika Masjid Istiqlal berdiri berdekatan dengan Gereja Katedral.  Masjid Pemprov, sekelilingnya juga ada dua gereja, yaitu Gereja Imanuel dan Katedral. Itulah simbol toleransi. 

Jadi tiga bangunan berupa masjid, Gereja Immanuel dan Katedral nanti akan menjadi bukti bahwa Kaltim adalah salah satu provinsi yang telah memanfaatkan toleransi, hidup rukun dan saling berdampingan antar umat beragama dengan baik," kata Awang Faroek Ishak di Samarinda, Kamis (9/8). Dengan begitu, diharapkan kian erat lagi jalinan kerukunan antar pemeluk agama. Selanjutnya dapat menjadi contoh bagi provinsi lain. 


Hingga akhir Juli, progress pembangunan Masjid Pemprov Kaltim sudah mencapai 21 Persen

 

"Cita-cita dan keinginan saya ke depan, masjid ini akan menjadi pusat kegiatan umat muslim. Mari makmurkan masjid ini, insyaallah keberkahan akan menjadi milik kita," pesan Awang. 

Masjid ini selain memiliki fungsi untuk ibadah, salat, lantunan zikir penenang hati dan jiwa, dan alunan merdu ayat suci Alquran. Juga akan dijadikan pusat dakwah yang menyebarkan toleransi dan mewujudkan agama Islam yang rahmatan lil’alamin. Masjid Pemprov tersebut akan menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam dan akan dijadikan pusat pendidikan generasi muslim dan penyebaran Islam. masjid ini akan dilengkapi berbagai literatur buku sejarah Islam di Indonesia maupun dunia, sehingga anak-anak Kaltim mengenal bagaimana penyebaran dan sejarah Islam di Indonesia, di Kaltim maupun di belahan dunia lainnya.

"Di masjid ini akan ada bimbingan bagi umat diantaranya melalui khotbah Jumat. Di masjid ini nanti juga akan dilakukan peringatan hari besar Islam, tadarus Alquran, pendidikan anak-anak remaja dan berbagai aktifitas saat bulan suci Ramadan," jelasnya. 

"Tidak hanya anak-anak daerah saja yang bisa menikmati fasilitas tersebut, tetapi bagi pendatang yang berkunjung ke Kaltim juga demikian. Artinya, Masjid ini juga bisa menjadi wisata religi bagi siapa saja yang melangkahkan kakinya ke Masjid Pemprov," tambah Awang. 

Masjid ini juga akan berfungsi sebagai tempat musyawarah, hearing dan silaturahmi antar sesama masyarakat terutama umat Islam. Selain itu, di sini juga akan menjadi tempat pemungutan zakat, infak dan sodaqoh, hingga penyalurannya pada masyarakat. 

Gubernur juga mengharapkan kedepannya masjid ini dapat mandiri tak bergantung  dengan dana APBD. 

"Semoga memberikan lebih banyak kemaslahatan bagi umat dan masyarakat," pungkas Awang. 

Sementara itu, tokoh masyarakat Djafar Siddiq ketika ditemui membenarkan Masjid Pemprov ini tak ubahnya Masjid Istiqlal di Jakarta. 

"Di situ ada sejarah perjuangan umat Islam. Di situ ada perpustakaan yang bisa menjadi referensi siapa saja untuk mengetahui perkembangan umat muslim di dunia, sehingga masjid ini bisa menjadi wisata religi bagi siapa saja layaknya Masjid Istiqlal di Jakarta," jelasnya. 

Oleh karena itu, mari kita satukan tekad demi sukses masjid yang dibangun dengan dasar kemaslahatan, sebagai pusat kegiatan umat muslim. Juga untuk umat beragama dan sebagai wujud toleransi. Sebuah kesadaran untuk hidup berdampingan diantara semua pemeluk agama. (Jay/Ni/Sul-TimHumas)

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong