Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrim

Kaltim Berpotensi Banjir, Longsor dan Angin Puting Beliung

 

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim diimbau untuk terus waspada terhadap kondisi cuaca ekstrim yang terjadi sejak Desember hingga awal 2015. Karena, cuaca ekstrim tersebut berpotensi tinggi menyebabkan banjir, longsor dan angin puting beliung.  

Baru-baru ini bencana angin puting beliung sudah terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

“Cuaca ekstrim bulan ini juga terjadi di Kutai Timur, tepatnya di Kecamatan Bengalon, yaitu bencana banjir. Akibatnya ada empat desa yang terendam banjir hingga mencapai satu meter sejak 8 Desember lalu. Meski begitu, hingga saat ini volume ketinggian air di sejumlah desa mengalami penurunan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Wahyu Widhi Heranata, Kamis (11/12).

Wahyu menyebutkan, informasi tersebut diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kaltim. Mengingat kondisi ini, diharapkan BPBD kabupaten/kota se-Kaltim dapat mempersiapkan diri dan membantu masyarakat. Termasuk bagi kabupaten/kota yang belum membentuk BPBD diharapkan segera membentuk, sehingga dapat cepat tanggap ketika terjadi bencana.

Selanjutnya, sebelum terjadi bencana, maka diharapkan seluruh BPBD kabupaten/kota dapat melakukan sosialisasi tentang penanganan ketika terjadi bencana kepada pelajar maupun masyarakat.

“Karena itu, seluruh warga atau masyarakat diimbau untuk waspada terhadap terjadinya bencana akibat cuaca ekstrim. Sebab, potensi terjadi bencana sangat tinggi di daerah ini. Contohnya angin putting beliung. Adapun daerah yang rawan angin puting beliung adalah Balikpapan, Paser dan Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, BPBD  telah melakukan pemetaan titik-titik mana yang potensial terjadi bencana. Bahkan, untuk mengatasi masalah tersebut BPBD Kaltim telah bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pusat  untuk meletakan tanda peringatan dini tanah longsor di SMP Negeri 15 Samarinda. Di  lokasi tersebut sudah terdapat beberapa titik yang berpotensi terjadi longsor. Pemetaan diantaranya sudah dilakukan di Samarinda, Balikpapan dan Paser.

“Diharapkan, BPBD kabupaten/kota segera melakukan pemetaan tersebut dan jika ada yang belum membentuk BPBD diharapkan segera membentuk, seperti Kota Bontang dan Mahakam Ulu,” imbaunya.

Sementara itu, mengenai banjir di Kutai Timur, disebutkan Widhi terjadi di 4 desa di Kecamatan Bengalon yakni Desa Sepaso Induk 299 KK 804 jiwa, Desa Sepaso Barat 91 KK 364 jiwa, Desa Sepaso Timur 293 KK 1.172 jiwa dan Desa Sepaso Selatan 296 KK 1.118 jiwa. Sehingga secara keseluruhan banjir ini telah merugikan tidak kurang dari 979 KK dengan 2.458 jiwa. (jay/sul/es/hmsprov)

//Foto: SIAP-SIAP. Petugas BPBD melakukan simulasi penanggulangan bencana. (dok/humasprov kaltim).

Berita Terkait