Masyarakat Diminta Waspada Badai Haiyam

SAMARINDA-Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kaltim H Wahyu Widhi Heranata menyebutkan, berdasarkan pantauan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Badai Haiyam telah menghantam pulau Caroline Pilipina dan ada kemungkinan badai tersebut akan masuk ke Indonesia dari arah utara Kaltim, Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara.
"Kami meminta kabupatena dan kota yang  sudah memiliki BPBD maupun yang belum agar terus memonitor kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan di wilayahnya ," imbau Wahyu Widhi Heranata, akhir pekan lalu.
Dia juga meminta masyarakat di kawasan utara Kaltim meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Sebab, bencana tidak bisa diketahui kapan akan datang.  Apalagi cuaca akhir-akhir  ini kian ekstrem dan tidak menentu.  
"Kita terus  melakukan  sosialisasi agar masyarakat selalu waspada. Masyarakat yang tinggal di perbukitan waspadai musibah tanah longsor. Sedangkan  masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai waspadai bencana banjir," ujar Wahdyu Widhi.
Disamping itu, untuk mengantisipasi datangnya bencana tidak diketahui, BPBD terus menyerukan kepada kabupaten dan kota yang sampai saat ini belum juga memiliki BPBD agar segera membentuk badan tersebut.
"Pembentukan badan yang khusus menangani masalah penanggulangan bencana ini diperlukan agar ketika terjadi bencana, daerah punya tim khusus yang bisa bertindak secara cepat. Pembentukan BPBD ini merupakan amanat Undang Undang yang tentu saja harus dipatuhi," harapnya.
Sebanyak lima kabupaten dan kota di Kaltim hingga saat ini masih belum  membentuk BPBD.
"Pembentukan BPBD di daerah sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Kemungkinan gempa bumi, gunung meletus ataupun tsunami  memang sangat kecil.  Namun harus diingat bahwa masih ada jenis bencana lain yang mungkin saja bisa menimpa masyarakat seperti banjir, kebakaran atau bencana sosial," pungkasnya.  (sar/hmsprov).


 

Berita Terkait