Masyarakat Lebih Suka Nonton TV Daripada Membaca Buku

SAMARINDA – Berdasarkan hasil survei nasional menyebutkan hanya 10 persen masyarakat Indonesia yang gemar membaca atau sekitar 90 persen dari jumlah penduduk di tanah air ini yang lebih suka menonton televisi.
“Memprihatinkan rendahnya presentasi masyarakat gemar membaca daripada yang menggemari menonton televisi. Padahal, jika ingin membangun masyarakat terdidik maka syarat utama adalah membangun masyarakat membaca,” kata Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti usai membuka Bimtek Pengelola Perpustakaan Desa/Keluarahan se-Kaltim, Selasa (11/6).
Menurut dia, kondisi ini membuat Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara-negara berkembang lainnya. karena, pemerintah melalui perpustakaan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca bagi masyarakat.
Tantangan saat ini yang dihadapi jajaran perpustakaan cukup berat. Khususnya merubah budaya masyarakat yang memiliki sikap malas membaca dan lebih senang budaya lisan serta menonton acara hiburan di televisi setiap hari.
“Kita terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM perpustakaan agar lebih profesional, termasuk sarana dan prasarananya. Sehingga masyarakat tertarik dan mau ke perpustakaan untuk membaca buku, sebab sebagian besar proses kepemilikan ilmu pengetahuan diperoleh melalui membaca,” ungkap Sri Sulasmi.
Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Desa/Keluarahan digelar untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga perpustakaan sehingga mampu menjadi motor penggerak peningkatan minat dan budaya membaca masyarakat.
Bimtek diselenggarakan dua angkatan yang diikuti 132 peserta masing-masing angkatan I dilaksanakan pada 11-13 Juni dan angkatan II pada 18-20 Juni.(yans/hmsprov).

///Foto : Kepala Perpusda Kaltim Hj Sri Sulasmi didampingi Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sumindar mengalungkan tanda peserta Bimtek Pengelola Perpustakaan.(masdiansyah/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation