Masyarakat Majemuk Diajak Isi Pembangunan
BALIKPAPAN – Masyarakat Kaltim yang terdiri dari bermacam suku,   agama dan budaya diimbau agar senantiasa dapat menjalin serta memperkokoh persatuan dan kesatuan untuk turut serta  dalam pembangunan.
Pembangunan tidak dapat berjalan dengan lancar jika sebagian besar masyarakat Kaltim menonjolkan fanatisme suatu golongan dan agama terhadap kelompok lainnya.
“Untuk itu saya mengimbau hiduplah secara harmonis, rukun, penuh toleransi, mengembangkan semangat gotong-royong dan saling menghormati,” ujar Kepala Biro Sosial saat memberikan sambutan pada Seminar Kerukunan Umat Beragama di Kaltim yang berlangsung di Balikpapan, Rabu (27/11).
Diharapkannya seminar ini dapat memberikan gambaran kepada  semua umat beragama di Kaltim untuk selalu berusaha meningkatkan kerukunan dan hamonisasi dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Lanjut Syafrian, untuk mewujudkan kehidupan umat beragama yang harmo-nis,  umat beragama di Kaltim harus senantiasa berusaha memperkuat jalinan tali silaturrahmi di antara  sesama warga Kaltim yang majemuk, beragam agama, multi etnis dan beragam budaya serta adat istiadatnya.
Dengan tema “Mempersempit Ruang Radikalisme dan Memperluas sikap Toleran demi memperkokoh Kerukunan Umat Beragama” diharapkan seminar ini dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran untuk dapat mengejar kemajuan pembangunan.
“Dalam era Otonomi Daerah, semangat dan kesempatan membangun itu harus kita tingkatkan dan isi dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara yang dapat diupayakan adalah dengan menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim, H. Asmuni Alie mengatakan seminar ini adalah salah satu bagian penting dalam mencapai kerukunan umat beragama, sekaligus menjadi ajang silaturahim, bertukar wawasan, pengetahuan dan pengalaman serta menjadi wadah untuk penyebarluasan informasi.
“Adalah penting untuk membekali segenap elemen bangsa dengan wawasan multikultur, lintas budaya sekaligus menumbuhkembangkan sikap toleran dan meminimalisir radikalisme di tengah masyarakat,” ujarnya.
Seminar ini diikuti oleh 60 orang peserta terdiri dari perwakilan 14 kabupaten/kota masing-masing empat utusan, Kemeneg kabupaten/kota dan pemuda lintas agama. (yul/hmsprov)
 
//Foto: Peserta Seminar Kerukunana Umat Beragama yang dibuka oleh Kepala Biro Sosial Setdaprov Kaltim, H. Syafrian Hasani (tengah). (yuliawan/humasprov kaltim).
 
 
Berita Terkait