Masyarakat Perbatasan Tidak Terpengaruh Konflik Sabah

SAMARINDA-Masyarakat Kaltim khususnya yang berada di wilayah perbatasan diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berita-berita  tentang serangan tentara Kesultanan  Sulu ke negara bagian Sabah, Malaysia Timur.
Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelola Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BP3DT) Kaltim, Frederix Bid di ruang kerjanya, Senin (18/3) usai berkunjung ke Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik, pekan lalu.
“Saat kita ke Nunukan dan Kecamatan Sebatik, masyarakat tetap tenang dan aktivitas ekonomi berjalan seperti biasa. Kita berharap kabupaten di perbatasan tersebut tidak terpengaruh dengan konflik Malaysia dengan tentara Sulu tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat yang berada di Kabupaten Nunukan, khususnya yang berada di wilayah perbatasan Kaltim-Sabah, juga yang berada di Kecamatan Sebatik yang berbatasan langsung dengan Kota Tawau, masih hidup dengan damai dan tidak terpengaruh oleh konflik tersebut.
Walau begitu, ujarnya Kabupaten Nunukan, tetap mempersiapkan instansinya yaitu Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial dan Kesehatan untuk mengantisipasi eksodus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara Sabah dengan menyiapkan penampungan dan tim kesehatan.Kekhawatiran sempat muncul yaitu adanya berita yang mengatakan bahwa masih ada TKI yang terjebak di Lahad Datu, lokasi paling tegang selama konflik terjadi.
“Informasinya, mereka tidak bisa keluar camp dan suplai bahan makanan juga tidak dapat masuk ke camp mereka,” ujarnya.
Pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Nunukan akan berupaya menelusuri kebenaran informasi ini. Karena, ujarnya, sejak konflik terjadi, Pemerintah Indonesia telah pro aktif memulangkan TKI yang berada di lokasi konflik.
“Kita berharap tidak ada warga Indonesia yang terjebak di kawasan-kawasan perkebunan, karena Pemerintah Indonesia sejak awal telah pro aktif mengungsikan warga. Apalagi  konflik mulai reda,” ujarnya. (yul/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation