Meiliana : Perempuan Harus Tingkatkan Kapasitas Diri

Sosialisasi Kepemimpinan Perempuan

SAMARINDA – Asisten Administrasi dan Umum Setprov Kaltim Meiliana mengajak setiap  perempuan harus memiliki semangat memotivasi dan menambah wawasan untuk mengembangkan diri agar mampu berkarir serta memangku posisi strategis tertentu.

Hal tersebut dikemukakan Meiliana saat menjadi nara sumber pada Sosialisasi Kepemimpinan Perempuan, Kamis (13/11) yang digagas Dewan Pengurus Korpri Kaltim dalam rangkaian HUT Korpri ke-43 Tahun 2014.

Menurut dia, kaum perempuan sangat berpeluang untuk menjadi pemimpin di organisasi atau lembaga masyarakat, instansi pemerintah (lembaga eksekutif) bahkan partai politik, lembaga legislatif, yudikatif maupun memimpin daerah.

“Namun terpenting adalah adanya kemauan kuat dalam diri setiap perempuan untuk selalu meningkatkan kualitas serta kapasitas (kemampuan) diri melalui belajar dan bekerja kerja dengan niat ikhlas,” ujar Meiliana.

Selain itu, tidak kalah pentingnya yaitu memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik kepada semua pihak. Sebab, komunikasi yang baik akan mampu meningkatkan simpati masyarakat termasuk bawahan maupun pimpinan.

“Pemimpin yang baik adalah orang yang mampu berkomunikasi kepada siapa saja baik pimpinan maupun bawahan. Kaum perempuan memiliki potensi yang besar untuk berkomunikasi, komunikasi yang santun dan beretika,” jelasnya.

Selain itu, di era keterbukaan dan globalisasi ini kemampuan perempuan sudah banyak peningkatan karena diberikan posisi dan derajat yang sama dengan kaum pria baik di lembaga pemerintahan maupun swasta serta ajang politik.

Dia mencontohkan sejak kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak di daerah khusus lingkup pemerintahan provinsi sudah banyak kaum perempuan yang menduduki posisi strategis dari eselon IV (Kasubbag) hingga eselon II  (pimpinan SKPD).

Termasuk banyak perempuan yang terpilih dan duduk di lembaga legislatif baik tingkat kabupaten dan kota maupun provinsi hingga pusat (DPRD hingga DPR-RI dan DPD-RI). Juga, kepala daerah baik bupati maupun wakil bupati.

“Kuncinya apabila seorang perempuan ingin menjadi pemimpin maka dia harus profesional serta memiliki dan terus meningkatkan integritas diri. Termasuk mampu membangun komunikasi dengan baik kepada siapa saja,” ungkap Meiliana.

Sosialisasi kepemimpinan perempuan diikuti 200 peserta terdiri para perempuan  anggota dan pengurus DP Korpri kabupaten dan kota se-Kaltim dan Kaltara serta Korpri unit SKPD lingkup Pemprov  Kaltim. (yans/sul/hmsprov)

 

/////Foto : Asisten Adminisrasi Umum Setprov Kaltim Meiliana saat memberikan materi pada sosialisasi kepemimpinan perempuan.(ist)
 

Berita Terkait