Meiliana Ajak Media Lebih Sejuk

Hj Meiliana saat memberikan penjelasan kepada para wartawan. Diharapkan pemberitaan media tetap komperehensif dan berimbang, namun dikemas lebih sejuk demi kondusifitas Kaltim. (umar/humasprov)

SAMARINDA - Pj Sekprov Kaltim Hj Meiliana mengundang awak media untuk menggelar jumpa pers terkait kondusifitas Kaltim paska pelaksanaan Pilgub Kaltim 2018 di ruang kerjanya, Jumat sore (6/7). Meiliana berharap dukungan media untuk dapat bersama menjaga kondusifitas Kaltim dengan pemberitaan-pemberitaan yang sejuk, namun tetap bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi, khususnya informasi terbaru terkait hasil Pilgub Kaltim 2018.

"Terkait pemberitaan-pemberitaan yang kian menghangat beberapa waktu terakhir ini, saya mohon bantuan kawan-kawan media agar setelah ini tidak lagi melanjutkan pemberitaan yang semakin memanas. Silahkan sajikan berita-berita penting soal perkembangan Pilgub, tapi tolong dibuat lebih adem. Kalau makin panas, kan tidak baik buat Kaltim juga," 

Sebagai mitra pemerintah, Meiliana sangat berharap kerja sama media massa untuk menampilkan pemberitaan yang komprehensif tentang Pilgub Kaltim 2018, namun tetap dalam bingkai pemberitaan yang sejuk.   

Aplagi sebelumnya Gubernur Awang Faroek Ishak juga telah telah menyampaikan sikap resmi bahwa Pemprov Kaltim sangat bersyukur karena pelaksanaan Pilgub Kaltim dan Pilbup PPU, 27 Juni lalu berjalan lancar, aman dan damai. 

"Pak Gubernur juga telah menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu sukses pelaksanaan Pilgub Kaltim dan Pilbup PPU. Terutama kepada jajaran KPU, Bawaslu, TNI dan Polri, Panwas, KPU Kabupaten dan Kota hingga PPS dan KPPS, termasuk para pengawas di tingkat kecamatan dan TPS," sambung Meiliana. 

Sementara terkait protes pasangan calon yang menemukan berbagai dugaan kecurangan, Meiliana berharap agar semua laporan disampaikan melalui kanal atau saluran yang benar, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

Meiliana juga mengimbau agar pasangan calon dan tim sukses yang dinyatakan unggul dalam berbagai quick count agar tidak jumawa, serta tetap menghormati kontestan yang belum berhasil. 

Sebaliknya, kepada pasangan calon dan tim sukses yang belum berhasil dalam penghitungan quick count agar tetap tenang, tidak melakukan aksi-aksi yang berpotensi menganggu kondusifitas Kaltim. "Jika ada kecurigaan macam-macam, sebaiknya proses melalui saluran hukum yang berlaku. Kita semua ingin Kaltim ini tetap kondusif," imbuhnya.

Kepada Bawaslu, Meiliana juga minta agar dapat menindaklanjuti laporan-laporan yang disampaikan dengan sikap adil agar pilkada bersih yang diharapkan benar-benar bisa diwujudkan secara transparan.

Meiliana mengimbau agar semua pihak menghormati proses yang saat ini sudah berlangsung, dimana sejumlah KPU kabupaten dan kota telah menyelesaikan tugas-tugasnya untuk merekapitulasi penghitungan suara Pilgub Kaltim 2018. 

"Kita tunggu saja hasil akhirnya nanti. Pada prinsipnya, siapapun yang nanti akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim versi rekapitulasi penghitungan suara KPU Kaltim harus kita dukung dan Kaltim harus tetap kondusif," harap mantan Pj Walikota Samarinda itu. 

Sementara terkait kesediaan Gubernur Awang Faroek memenuhi panggilan  Bawaslu Kaltim, Jumat pagi kemarin, Meiliana menyebut itu sebagai jiwa besar seorang Gubernur Awang Faroek Ishak untuk mendukung sukses pilkada Kaltim yang aman, damai, lancar dan bersih. 

"Mohon bantuan dan dukungan kawan-kawan, agar setelah ini, pemberitaan kita bisa lebih kondusif, dan masyarakat tetap bisa mendapat informasi yang sejuk tentang hasil-hasil Pilgub Kaltim 2018," sebutnya. 

Meiliana juga memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan dukungan para wartawan dan media massa untuk terus mempublikasikan seluruh tahapan Pilgub Kaltim sehingga masyarakat Kaltim bisa memperoleh informasi yang baik terkait Pilgub ini. (sul/humasprov)

Berita Terkait