Meiliana : Segera Tangani Stunting

Plt Sekprov Meiliana saat membuka Rakor Forum Germas. Pemerintah diminta bertindak cepat atasi stunting.


SAMARINDA - Kasus gizi buruk akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama (stunting) ternyata juga terjadi di Kaltim, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Plt Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana  menyebutkan dari 100 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU) mendapatkan prioritas untuk menurunkan angka penderita gizi buruk. Stunting banyak menyebabkan  meningkatnya angka kematian bayi dan anak serta menyebabkan mudah sakit dan memiliki postur pendek saat dewasa. Dikatakan, Kabupaten PPU merupakan salah satu dari 100 kabupaten/kota yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai program prioritas dalam penurunan prevalensi stunting.

 

Gambaran prevalensi stunting  di PPU terlihat cukup mencemaskan. Prevalensi kurus menurun dari 13,5 persen pada tahun 2014 menjadi 7,7 persen pada tahun 2017. Gizi  kurang dari 18,2 persen pada tahun 2014  menjadi 20,8 persen pada tahun 2017, tinggi badan pendek 29,5 persen pada tahun 2014 menjadi 31,8 persen pada tahun 2017. "Terkait penanganan stunting tersebut, diharapkan  setelah rapat Forum Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Provinsi Kaltim segera membentuk kelompok kerja (pokja) dan langsung terjun ke daerah bersangkutan untuk  mengatasinya. Pemerintah harus hadir melakukan penanganan, " kata Meiliana saat membuka Rapat Forum Germas Kaltim di Ruang Heart of  Borneo, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/2).

 

Menurut Meiliana yang juga Ketua Harian Forum Germas Kaltim, penanganan stunting perlu koordinasi antarsektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, serta masyarakat umum. "Presiden dan wakil presiden telah berkomitmen untuk memimpin langsung penanganan stunting agar turun prevalensinya  dan secara merata dapat diatasi di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, melalui rapat Forum Germas  diharapkan dapat menyatukan persepsi  dan bersama-sama melakukan intervensi  stunting serta menghasilkan rencana kegiatan yang dapat segera dilaksanakan dengan optimal," papar Meiliana.

 

Usai pembukaan kemudian dilakukan paparan program Dinas Kesehatan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Hj Rini Retno Sukesi dan dilanjutkan tanya jawab dengan peserta rapat.  Hadir pada rapat forum Germas  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa  Provinsi Kaltim HM Jauhar Effendi,  Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Elto,  serta perwakilan dari badan dan lembaga terkait. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait