Mekanisasi Dukung Peningkatan Produksi Padi Kaltim

Rapat Penyusunan ASEM 2013
 

            SAMARINDA - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim mengatakan Pemprov Kaltim berkomitmen untuk tetap meningkatkan produksi padi dengan cara mekanisasi. 

Mekanisasi berupa kegiatan peningkatan cetak sawah, optimalisasi lahan dan meningkatkan produktivitas tanaman. Jika padi dipupuk dengan bagus dan dilakukan pengendalian hama dengan baik, maka dipastikan produksi padi di Kaltim akan meningkat.
  Semua ini dipengaruhi tidak seimbangnya antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan beras di daerah. Karena itu, untuk antisipasi itu, maka harus dilakukan dengan cara mekanisasi. Misalnya, jika jumlah petani kita berkurang, tentu dengan mekanisasi mampu mencetak sawah mencapai ribuan hektare,” kata Ibrahim usai membuka rapat penyusunan Angka Sementara (ASEM) 2013 Produksi Tanaman Pangan
dan Hortikultura serta Angka Prognosa 2014 Produksi Tanaman Pangan se-Kaltim di Samarinda yang digelar 21-24 Januari 2014, Selasa malam (21/1).

Melalui mekanisasi pertanian tersebut, pengolahan lahan terus ditambah. Bahkan 2014 akan ditambah menjadi 150.000 hektare lahan. Sementara untuk gerakan tanam akan didukung oleh TNI dan itu akan dilakukan di kabupaten yang menjadi sentra produksi padi.

Kabupaten yang akan melaksanakan itu, yakni Kutai Timur dengan luas lahan mencapai 1.000 hektare dan Bulungan 250 hektare. “Saya yakin dan optimis produksi padi 2014 meningkat.

Karena adanya campur tangan pemerintah dalam peningkatan produksinya, juga karena petani kita sudah tanam dimusim tanam Oktober hingga Desember 2013 lalu. Sehingga produksinya masuk musim panen 2014,” jelasnya.

Mekanisasi dilakukan juga untuk pemenuhan kebutuhan beras di Kaltim, yakni pada 2014 yang ditargetkan mencapai 445.605 ton pertahun dengan ketersediaan mencapai 470.064 ton pertahun.

Tetapi 2013, Kaltim mengalami kekurangan ketersediaan beras mencapai 74.998 ton. Karena yang tersedia hanya mencapai 359.739 dengan kebutuhan beras mencapai 434.737 ton. Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk di Kaltim pada 2013 mencapai 3.847.229 jiwa dan 2014 mencapai 3.943.410.

“Karena itu, mekanisasi perlu dilakukan. Bahkan kebijakan peningkatan produksi, kami sudah menetapkan 50 kecamatan strategis sebagai sentra pengembangan pertanian tanaman pangan. Meski begitu perhatian yang diberikan bervariasi dan baru 14 kecamatan yang dianggap perlu mendapat konsentrasi perhatian penuh, antara lain Kecamatan Long Kali dan Long Ikis Kabupaten Paser dan Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat,” jelasnya.

Sementara yang menjadi dasar mengapa mekanisasi dilakukan, yakni didasari dengan capaian angka ramalan (Aram II) produksi padi sawah dan ladang di Kaltim dari Januari hingga Desember 2013 mencapai 573.381 ton dengan rincian padi sawah 459.929 ton dan padi ladang mencapai 113.452 ton. (jay/hmsprov)

////FOTO :  Kaltim yakin bisa meningkatkan produksi padi untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat.(dok/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation