Melalui Masjid Mengubah Dunia

Safari Masjid Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kaltim (Bagian 1):

 

Sebanyak 39 orang Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kaltim pada 25-28 Januari lalu melaksanakan Safari Masjid ke Jakarta dan Bandung. Pada hari pertama tujuannya Masjid Istiqlal dan DMI Pusat.

Ketua Umum DMI Kaltim Drs H Bahrani Selamat mengatakan, sebelumnya pada 24 Januari pihaknya melaksanakan Orientasi dan Pelatihan Kepemimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Masjid Agung Kabupaten/Kota se-Kaltim di Asrama Haji Batakan, Balikpapan yang dibuka Asisten Kesra H Sutarnyoto atas nama Gubernur Kaltim.

Tujuan orientasi adalah dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para pengelola masjid, sekaligus memantapkan keberadaan DMI yang dalam kiprahnya berupaya untuk mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat, persatuan umat, peningkatan keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia serta kecerdasan umat.

Peran masjid sebagai sarana ibadah dan sebagai tempat untuk meningkatkan hubungan antara sesama umat manusia (hablum minannas) maupun hubungannya dengan Allah (hablum minallah), dewasa ini semakin terasa penting.

Masjid menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin mencari kedamaian dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat. Namun demikian, bukan pekerjaan mudah mem-bina suatu masjid. Diperlukan adanya perjuangan, pengor-banan, kesabaran dan hati yang tulus ikhlas hanya semata mengharap ridha Ilahi.

”Semuanya itu akan tertumpu kepada para pengurus (ta’mir) masjid. Merekalah yang mengurus, mengatur dan membina rumah ibadah, agar masjid tetap hidup dan semarak dengan berbagai kegiatan. Makmurnya masjid yang dihiasi setiap waktu dengan berbagai kegiatan amaliah, menandakan bahwa masjid itu ada, masjid itu tetap hidup,” ujar Sutarnyoto ketika itu.

Begitu sebaliknya lanjut Sutarnyoto, jika tidak terawat dan tanpa kegiatan, maka masjid akan tampak sepi sekaligus menandakan bahwa kehidupan beragama umat Islam di lingkungan masjid itu luntur, kadar keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT turun atau sudah terkikis oleh dampak negatif kehidupan.

Ketika di Jakarta, rombongan DMI Provinsi dan Kabupaten/Kota langsung menuju Masjid Istiqlal dan pada sore harinya ke Sekretariat DPP DMI yang diketuai mantan Wapres HM Yusuf Kalla. Pada pertemuan diungkapkan, DMI didirikan sejak 1972 dan Yusuf Kalla dalam Muktamar DMI tahjun lalu terpilih memimpin DMI periode 2012-2017 menggantikan Ketum PP DMI sebelumnya, Tarmizi Taher.

Pada pertemuan itu DMI Kaltim bertukar informasi mengenai program kerja dan permasalahan yang dihadapi. Yusuf Kalla didampingi unsur Ketua Prof Dr H Sofyan Djalil dan Ketua Departemen Kominfo, Humas Antar Lembaga dan Luar Negeri Rudiantara mengatakan, dalam skala yang lebih luas DMI mempunyai visi mengubah dunia melalui masjid. Untuk itu DMI akan membuat banyak program yang dapat diaplikasikan di daerah.

"Kita akan perbaiki fungsi dan arsitektur masjid. Misalnya kita mulai dengan memperbaiki tampilan tata suara serta arsitektur masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Sound system masjid sangat penting agar tercipta suara yang bagus dan jamaah menjadi khusuk,” katanya.

Rudiantara sebelumnya menjelaskan, DMI akan mengubah image masjid hanya sebagai tempat ibadah, tetapi justru akan didayagunakan untuk banyak hal untuk kepentingan umat. Untuk itu DMI akan bekerjasama dengan kementerian dan menyangkut program-program yang dapat disinergikan seperti bidang kesehatan, pemberdayaan perempuan, tenaga kerja dan lain sebagainya. (ri/hmsprov).

Foto: TUKAR INFORMASI. Ketua DMI Kaltim H Bahrani Selamat (kiri) berbicang dengan Ketua Umum DPP DMI HM Yusuf Kalla (kedua dari kiri). (hadri/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation