Melihat Gaya Isran Berbagi Tugas, Sampai Menolak Publikasi untuk Kemanusiaan

Foto : Dok. Humas

SAMARINDA  - Gubernur Kaltim Isran Noor punya gaya sendiri dalam memimpin Kaltim. Salah satunya, tidak mau terlalu panjang  birokrasi dan membagi tugas habis dengan jajarannya. Demikian pula dalam penanganan masalah Virus Corona yang mewabah di Kaltim. 

 

“Semua sistem dikerahkan, sehingga bisa bergerak cepat dan tepat, hanya saja kerap terbentur dengan aturan lebih tinggi seperti rencana melakukan lokal lockdown sejak tanggal 17 Maret 2020,” terang Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim, Syafranuddin, Minggu (27/4/2020).

 

Disebutkan, dalam pengarahannya kepada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Gubernur Isran mengatakan semua sumber daya harus  dikerahkan agar beban masyarakat menjadi lebih ringan. 

 

“Pak Gubernur, berkali-kali melakukan kontak dengan pejabat pemerintah pusat terkait usulannya untuk menangani Virus Corona, salah satunya adanya local lockdown agar suatu daerah yang belum parah terpapar Corona  bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” terang Jubir Pemprov Kaltim itu.

 

Pria yang akrab disapa Ivan ini menggambarkan situasi Kaltim pada pertengahan Bulan Maret lalu, dimana warga masyarakat yang terpapar Virus Corona masih hitungan jari. 

 

"Perhitungan Pak Isran waktu itu, jika Kaltim segera diisolasi maka tidak ada penambahan korban. Di sisi lain masyarakat masih bisa beraktivitas, sehingga roda ekonomi tetap jalan. Intinya, usulan Pak Isran tempo hari bukan seperti PSBB saat ini yang akhirnya menyekat semua aktifitas masyarakat karena wabah Corona sudah menyebar kemana-mana,” bebernya.

 

Terkait tudingan sejumlah pihak bahwa  Gubernur Isran tidak tampil seperti sejumlah kepala daerah lainnya terkait penanganan Virus Corona di Kaltim, dijelaskannya  tidak benar. 

 

“Selama ini, Gubernur dan Wagub aktif memberikan pengarahan. Memang Pak Isran tidak banyak tampil, tapi dalam hal-hal tertentu selalu hadir seperti rapat terbatas dengan meteri meski via video conference, termasuk memberi pengarahan kepada Tim Gugus Tugas Covid 19,” ungkapnya.

 

Ivan juga memberi contoh Gubernur Isran selalu bergerak cepat dan tak ingin diketahui orang banyak yakni ketika meninjau Posko IKA Unmul di GOR Segiri, beberapa waktu lalu. 

 

“Datang lebih awal, dialog sebentar dengan pengurus kemudian menyerahkan bantuan dan langsung pergi. Wartawan yang ingin wawancara saja disarankan agar mewawancari penggalang dana kemanusian yang dididirikan IKA Unmul,” bebernya. 

 

Isran juga mendatangi sejumlah warga masyarakat yang terkena dampak Corona  namun kesemuanya tidak diberitakan. 

 

Ivan yang pernah menjadi Kabag Humas Setda Kabupaten Kutai Timur ini menyebutkan, gaya Isran dalam hal-hal tertentu terutama menyangkut kemanusiaan, memang tidak ingin dipublikasikan.

 

"Pernah saat takbiran Idulfitri, Pak Isran seorang diri datang ke RS Kudungga Sangatta menemui parawat dan pasien yang ada. Beliau memberikan dukungan moril serta berbagi rezeki  kepada pasien dan perawat saat itu. Namun, Isran meminta tidak usah diberitakan,” terangnya.(fan/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait