Memasuki Tahun Politik 2018, Awang : Boleh Beda, Tapi Jangan Terpecah

Awang Faroek Ishak

 

Memasuki Tahun Politik 2018, Awang : Boleh Beda, Tapi Jangan Terpecah 

 

SAMARINDA – Banyak anggapan menyebutkan tahun 2018 merupakan tahun politik karena tahun ini akan dilaksanakan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak di seluruh Indonesia. Demikian halnya Kaltim akan ada dua agenda politik yakni pemilihan gubernur/wakil gubernur Kaltim dan bupati/wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU).

 

Oleh sebab itu, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tahun politik ini. “Jangan hanya karena berbeda pandangan atau pilihan, kita harus terpecah karena merasa paling benar dan baik,” katanya, Rabu (10/1).

 

Sebaliknya lanjut gubernur, masyarakat harus saling menghargai dan menghormati masing-masing pilihan serta lebih mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan. Kalau memang ada perbedaan pandangan bahkan pilihan menurut dia, kondisi itu  merupakan hal yang wajar sebagai bentuk jalannya demokrasi. Sebaliknya, perbedaan jangan dijadikan masalah yang prinsip sehingga harus diperdebatkan dan akhirnya bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Awang menjelaskan salah satu ciri demokrasi yang berkualitas adalah banyak pilihan dan perbedaan tetapi tidak terjadi perpecahan dan konflik. “Sebab apa pun pilihan kita semuanya untuk kemajuan daerah dan kebaikan masyarakat. Bukan untuk kepentingan kelompok ataupun golongan bahkan partai,” tegasnya. (yans/sul/humasprov)  

Berita Terkait
Government Public Relation