Membangun Pendidikan Menuju Kaltim Maju 2018 (1)

Oleh: Dr H Awang Faroek Ishak

Kalimantan Timur, provinsi yang sedang melejit pesat dalam lima tahun terakhir dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nomor lima di Indonesia merupakan daerah yang menarik untuk disimak dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional 2014. 

Provinsi ini sangat signifikan dalam peningkatan indikator bidang ekonomi, investasi dan reformasi birokrasi, ternyata juga memiliki data-data indikator pendidikan yang spektakuler di atas rata-rata nasional, dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) urutan ke-4 nasional.

Kebijakan yang saya ambil sejak 2009 menempatkan pendidikan sebagai misi prioritas pembangunan Kaltim dan secara konsisten dilanjutkan pada periode ke-2 (Masa jabatan hingga 2018) dengan slogan “Menuju Kaltim Maju 2018”.

Ada tiga era yang dijadikan rujukan mengapa pendidikan harus ditempatkan pada urutan prioritas, yakni  pertama era penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mengharuskan percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja agar dapat bersaing dengan Negara Asean lainnya.

Kedua, adalah bonus demografi yang akan diperoleh hingga 100 tahun Indonesia Merdeka, yaitu  pada tahun 2045, yang mewajibkan untuk mendidik putra-putri Kaltim saat ini dari sisi kualitas dan kuantitas agar bonus tersebut tidak menjadi petaka demografi.

Selanjutnya, yang ketiga yaitu era globalisasi jangka panjang yang memerlukan tidak hanya sumber daya manusia berkualitas dengan kuantitas yang cukup tetapi harus dilengkapi dengan budi pekerti luhur agar dapat mempertahankan karakter bangsa di tengah-tengah “dunia tanpa batas”.

Investasi bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi penerus pada masanya.

Salah satu program yang menjadi andalan adalah Program Pendidikan Kaltim CEMERLANG (Cerdas, Merata, Prestasi gemilang) adalah “master plan” komprehensif yang telah dipersiapkan dan diawali dengan Pencanangan Wajib Belajar 12 Tahun sejak 2009. Berikut beberapa program Kaltim Cemerlang yang telah membawa Kaltim berprestasi di bidang Pendidikan.

 

Pemerataan Kualitas Satuan Pendidikan

Meskipun merupakan kewenangan kabupaten/kota, saya senantiasa mendorong pemerataan kualitas disamping pemenuhan akses, memang memerlukan waktu tetapi semua sekolah di Kaltim diarahkan pada pemenuhan standar  Sekolah Berstandar Nasional (SSN), dengan tetap mengembangkan satuan pendidikan unggulan (ex-RSBI). 

Pemprov Kaltim memiliki Boarding School jenjang SMA berkelas Internasional (SMA Negeri 10 Samarinda) yang mendidik lulusan terbaik dari kabupaten/kota tanpa dipungut biaya, siswa-siswa inilah yang akan dipersiapkan untuk melanjutkan studi perguruan tinggi ternama di seluruh dunia.

Disamping itu, Kaltim juga memiliki Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) yang menampung putra-putri terbaik di bidang olah raga. Prestasi Kaltim pada PON XVII dan PON XVIII yang berada pada papan atas bahkan teratas di luar Jawa tidak terlepas dari partisipasi siswa SKOI Samarinda. Pemerintah Provinsi Kaltim juga konsisten membantu pengembangan sekolah unggulan (ex-RSBI) milik kabupaten/kota.

 

Guru Profesional

Pengembangan guru professional merupakan prioritas utama Kaltim di bidang pendidikan. Ada tiga  program khusus untuk guru di daerah ini, yakni  peningkatan kesejahteraan, peningkatan kualifikasi pendidikan dan  peningkatan profesionalisme guru. Guru di Kaltim mendapatkan insentif di luar gaji dari kolaborasi pendanaan Pemprov dengan Pemkab/Pemkot, minimal Rp1 juta tanpa membedakan guru negeri dan guru sekolah swasta, dan akan terus ditingkatkan.

Sementara itu, guru juga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan pada jenjang S1, S2 dan S3 baik di dalam maupun di luar negeri dengan biaya Pemerintah Provinsi.

Saat ini beberapa guru Kaltim sedang menempuh pendidikan S2 kerjasama Adelaide University Australia, dan sedang dijajaki kerjasama peningkatan profesionalisme guru dengan Ohio State University (USA) dan King Mongkut University (Thailand).

BOSDA

Menuntaskan Wajib Belajar 12 Tahun di Kaltim, saat ini juga telah diprogramkan Bantuan Opersional Sekolah daerah (BOSDA) untuk SMA/MA/SMK tanpa membedakan sekolah negeri dan swasta. Jumlah BOSDA yang diberikan dari Pemprov Kaltim ditambah sharing dari kabupaten/kota mencapai minimal Rp2 juta/siswa/tahun untuk SMA/MA dan Rp2,5 juta/siswa/tahun untuk SMK.

Dengan program ini maka di Kaltim, seluruh sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah memiliki akses pendidikan gratis bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target APK 95 persen pada akhir tahun 2018.

Perhatian khusus juga diberikan kepada satuan pendidikan yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan. Khusus jenjang PAUD, mulai tahun 2014 melalui Rembuk Pendidikan Kaltim dicanangkan Satu Desa minimal Satu PAUD. Hal ini dianggap sangat penting mengingat usia keemasan anak untuk mengembangkan diri berada pada usia PAUD. (Penulis adalah Gubernur Kaltim).

 

/////FOTO  (1) : Pendidikan Anak Usia Dini menjadi salah satu prioritas Kaltim untuk menyiapkan generasi berkualitas di masa depan.(dok/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation