Memupuk Jiwa Nasionalisme dengan Cinta Produk Indonesia

 

SAMARINDA - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Yudha Pranoto menyatakan bahwa Badan Kesbangpol Kaltim melalui bidang ketahanan sosial dan ekonomi terus melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan stabilitas ekonomi kerakyatan dan peningkatan ketahanan ekonomi.

"Karena itu, perlu disosialisasikan yang berhubungan dengan sektor perekonomian terutama dalam mendukung cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen di Kaltim," kata Yudha.

Menurut Yudha, salah satu bentuk ancaman terhadap nilai nasionalisme di tengah masyarakat diantaranya terkait anggapan bahwa semua yang berasal dari luar negeri lebih unggul dari dalam negeri.

"Sehingga perlu strategi untuk menghalau ancaman itu dengan rasa bangga terhadap Indonesia. Cinta produk dalam negeri, gunakan produk dalam negeri dan bangkitkan jiwa nasionalisme," tegasnya.

Produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri. Hal itu telah diakui karena banyak produk dalam negeri diekspor ke luar negeri dan kualitasnya tidak kalah bagus dengan produk luar negeri.

"Selain itu, dengan menggunakan produk dalam negeri akan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang pada akhirnya dapat tercipta ketahanan ekonomi Indonesia," katanya.

Peran Badan Kesbangpol untuk mempertahankan cinta produk dalam negeri demi ketahanan sosial dan ekonomi diantaranya dilakukan dengan analisis, inisiatif, memfasilitasi, berkoordinasi, memberikan motivasi dan terlibat langsung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap cinta produk dalam negeri dan perlindungan konsumen.

"Pengetahuan masyarakat akan cinta produk dalam negeri masih minim. Sehingga, perlu ada pemahaman, pengetahuan masyarakat terkait kesadaran masyarakat akan hal ini. Intinya, dimulai dari sikap bangga dan cinta terhadap Indonesia, serta gemar menggunakan produk-produk asli Indonesia itu merupakan salah satu upaya memupuk jiwa nasionalisme," bebernya.  (rus/sul/es/hmsprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation