Menakertrans Singgung Runtuhnya Jembatan Kukar

 * Perusahaan Diimbau Budayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 

KUTAI BARAT  – Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, 26 September 2011 membangkitkan kesadaran nasional  betapa pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peristiwa memilukan dengan 20 korban jiwa ini menyentak bangsa Indonesia dan tentu saja menimbulkan kerugian besar bagi daerah, sebab jembatan ini adalah jalur transportasi yang sangat vital.

Demikian dikatakan Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak saat membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, H Muhaimin Iskandar dalam acara Bulan  (K3) tingkat Provinsi Kaltim yang dipusatkan di halaman Kawasan Budaya Kutai Barat, Kamis (14/2).

“Salah satu penyebab kejadian tersebut adalah pelaksanaan K3 pada pekerjaan perawatan yang kurang memadai. Kejadian ini harus kita jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” kata Awang.

Untuk itu pemerintah mengimbau dan menyerukan kepada semua pihak untuk lebih meningkatkan K3 di semua kegiatan kerja mulai dari perencanaan, pembuatan, pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan produksi  maupun peralatan kerja.

Organisasi buruh dunia (International Labour Organization/ILO) menyebutkan  setiap hari terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal  mencapai 6.000 kasus. Sementara di Indonesia setiap 100.000 tenaga kerja terdapat 20 orang korban fatal akibat kecelakaan kerja.

“Tingkat keparahan kecelakaan kerja di seluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya masih cukup tinggi. Sehingga pemerintah telah meluncurkan program ”Saya Pilih Selamat” sebagai ajakan meningkatkan kesadaran pentingnya keselamatan dan pentingnya berperilaku aman,” tegasnya.

Negara-negara maju, khususnya negara-negara barat yang merupakan representasi masyarakat internasional menetapkan  persyaratan suatu produk barang atau jasa, antara lain harus memiliki mutu yang baik, aman dipergunakan, ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional tertentu di antaranya ISO 9001 series, ISO 14000 series, OHSAS 18000 series dan Sertifikat K3. 

Dalam peringatan Bulan K3 Nasional tahun ini mengambil tema  “Budayakan K3 di Setiap Kegiatan Usaha Menuju Masyarakat Industri yang Selamat, Sehat dan Produktif”, untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudayakan dan mengutamakan K3.

Secara khusus, Awang Faroek Ishak mengatakan dengan peringatan Hari dan Bulan K3 tingkat provinsi Kaltim diharapkan setiap perusahaan   berlomba-lomba untuk membudayakan K3 sebagai bagian dari prestasi perusahaan.

“Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di setiap perusahaan agar dapat menunjang  produksi yang semakin meningkat. Kita berupaya pekerja, buruh dan karyawan perusahaan harus sehat dan terjamin keselamatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim,  Ichwansyah mengatakan bahwa Pemprov Kaltim berupaya meningkatkan budaya K3 di lingkungan perusahaan. 

Tahun ini, Pemprov Kaltim memberikan penghargaan kepada ratusan perusahaan yang tidak memiliki kasus kecelakaan kerja selama satu tahun terakhir (zero acciedant).

“Kaltim memiliki prestasi yang bagus dan membanggakan dalam keselamatan dan kesehatan kerja di tingkat nasional. Tahun 2012 lalu kita berada di urutan tiga  setelah provinsi Jawa Timur dan Sumatera Utara,” jelasnya. (yul/adv)

Berita Terkait