Mendagri Resmikan 16 Proyek di Berau

TANJUNG REDEB – Sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Berau diresmikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Selain itu, Mendagri Tjahjo Kumolo juga melakukan groundbreaking empat proyek di kabupaten paling utara Kaltim tersebut. Namun Mendagri tidak berkenan menandatangani prasasti peresmian dan menyarankan, semua prasasti peresmian itu sebaiknya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kesempatan berikutnya.

 “Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan 16 proyek di Kabupaten Berau ini. Semoga bermanfaat bagi rakyat dan mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi Berau dan Kalimantan Timur,” kata Tjahjo Kumolo di Bandara Maratua, Kamis (10/9).

Proyek yang diresmikan yaitu; 1). Apron dan Landasan Pacu Bandara Maratua, 2). Dermaga Semurut, 3). Peningkatan jalan luar Kota Kecamatan Gunung Tabur, 4). Turap Gunung Tabur dan Sambaliung, 5). Instalasi pengelolaan air di Kecamatan Segah, Biatan, dan Maratua, 6). Akademi Komunitas Berau, 7). SMK Perikanan Tanjung Batu, 8). Rumah Sakit Pratama di Talisayan, 10). Pembangunan Puskesmas Suaran, Kecamatan Sambaliung, 11). Gedung Perpustakaan, 12). Kantor Dinas Tenaga Kerja, 13). Kantor Arsip Berau, 13). Pembangunan PLTU 2x10 MW PT. Supra Bara Energi di Teluk Bayur, 14). Pembangunan PLTU 2x10 MW PT. Tunggal Mandiri di Gunung Tabur, 15). Pembangunan PLTU 2x3 MW PT. Usaha Bangun Bersama, Gunung Tabur, 16). Pembangunan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) di Kecamatan Maratua, Segah dan Talisayan.

Sedangkan 4 proyek yang digroundbreaking) adalah; 1). Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Maratua, 2). PLTU LATI Unit IV Gunung Tabur, 3) Pembangunan jalan Gurimbang-Sukan di Sambaliung, dan  4). SMA Unggulan di Sambaliung.

Plt. Sekprov Kaltim Dr Rusmadi yang mewakili Gubernur Awang Faroek Ishak pada acara tersebut menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan Berau dengan potensi pariwisatanya yang sangat besar.

Pembangunan Bandara Maratua misalnya, selain untuk pertahanan negara karena pulau ini merupakan pulau terluar di Kaltim, keberadaannya juga sangat penting sebagai penunjang kepariwisataan, khususnya wisata bahari di Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki dan Kakaban yang juga merupakan Daerah Tujuan Wisata Utama di Kaltim.

Sedangkan terkait pembangunan sejumlah pembangkit listrik dengan kerjasama yang baik dari sejumlah perusahaan tambang di Berau, Rusmadi mengatakan langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi persoalan listrik bagi masyarakat yang dikenal kaya akan sumber daya alam, namun masih selalu byarpet listrik, bahkan tidak mendapat aliran listrik sama sekali.

“Upaya Pemkab Berau ini patut dicontoh karena telah memberikan bukti nyata, bahwa ternyata daerah mampu mengelola sendiri keperluan listriknya dengan menggandeng pihak swasta dan memanfaatkan potensi yang ada, yakni tersedianya potensi batu bara sebagai bahan pembangkit tenaga listrik,” puji Rusmadi.

Peresmian kemarin juga dihadiri Bupati Berau Makmur HAPK dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Berau. Sedangkan dari jajaran Pemprov Kaltim hadir Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain. Gubernur Awang Faroek Ishak sendiri gagal terbang ke Berau pada Rabu (9/9) lalu akibat kabut asap. Meski sudah menunggu sekitar 6 jam, pilot tetap tidak mau mengambil resiko untuk menerbangkan pesawat ke Berau dan akhirnya Gubernur tidak bisa hadir dalam peresmian tersebut. (mar/sul/adv)

DI PULAU TERLUAR. Plt. Sekprov Kaltim Dr Rusmadi (depan kedua dari kiri) bersama Mendagri (keempat dari kiri) di lokasi peresmian Pulau Maratua. (umar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait