Menghadapi Pangsa Pasar Global

 

 

 

SAMARINDA – Selain keterampilan diri yang perlu dimiliki setiap individu untuk menjawab pangsa pasar kerja. Juga, penguasaan berbagai bahasa asing harus dikuasai sebagai wahana komunikasi.

Namun kenyataannya, saat ini penguasaan bahasa asing masih lemah. Padahal idealnya kemampuan (keterampilan) kerja harus pula dibarengi dengan  kemampuan berkomunikasi yang baik. Hal tersebut diungkapkan Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim Meiliana usai membuka Seminar Nasional Komunikasi Pendidikan  2016 di Samarinda,  Selasa (31/5).

Menurut dia, penguasaan bahasa asing selayaknya wajib dimiliki setiap orang, sehingga kemampuan berkomunikasi universal itu akan memberikan kemudahan berinteraksi dan  memasuki pasar kerja.

“Pada gra global atau pasar bebas sekarang ini diperlukan kemampuan orang untuk menguasai bahasa asing. Paling tidak kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa universal,” ujarnya.

Selain itu, banyak peluang kerja di berbagai negara maju namun tenaga kerja Indonesia masih tidak mampu bersaing karena ketidakmampuan berbahasa Inggris.

Tidak saja Bahasa Inggris lanjutnya, tetapi lapangan kerja yang terbuka di negara-negara Eropa, Arab Saudi serta Jepang, Korea bahkan Rusia mengharuskan tenaga kerja yang masuk mampu menguasai bahasa negara setempat.

“Kita menyambut baik atas kepedulian perguruan tinggi terlebih sekolah-sekolah untuk mengajarkan Bahasa Inggris sejak dini. Hal ini penting terutama untuk menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang sudah terbuka,” ungkap Meiliana.

Sementara itu Ketua Panitia Seminar Albert mengemukakan  kegiatan yang dilaksanakan guna mendorong mahasasiswa agar  lebih menggeluti bahasa asing baik Bahasa Ingris maupun negara-negara lain.

Seminar nasional komunikasi pendidikan diselenggarakan Dinas Pendidikan Kaltim bersama Stikom Mahakam Samarinda dan Pasca Sarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Kalimantan.(yans/sul/es/humasprov).

Berita Terkait
Government Public Relation