Menhub : Bandara Internasional, Why Not

* Tiga Menteri Hadiri Grandopening Bandara Kalimarau


TANJUNG REDEB – Setelah mengalami beberapa kali penundaan, akhirnya pada Sabtu (23/2) grandopening pengoperasian terminal baru Bandar Udara Kalimarau Berau dilaksanakan, bahkan tiga menteri sekaligus datang menghadirinya.


Pada kesempatan tersebut Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan menginsyaratkan kalau bandara yang memiliki dua garbarata dan termodern kedua di Kaltim setelah Bandara Sepinggan Balikpapan ini dapat ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional.   


“Saya ingin Dirjen Udara (Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti Gumay) proses persyaratannya, juga ada Menteri Hukum dan HAM disini ada imigrasi. Kalau mau menjadi bandara internasional, why not (mengapa tidak-red),” kata Mangindaan.


Menurut dia, yang perlu dilakukan pemerintah daerah adalah melengkapi persyaratan administrasi terutama yang berkaitan dengan kenaikan status bandara agar menjadi bandara internasional.


Sebab lanjutnya, bandara ini mampu didarati pesawat jenis Boing 737-900 maupun Airbus A320, walaupun saat ini penerbangan yang beroperasi pesawat jenis Boing (empat pesawat dari 3 maskapai dan jenis ATR satu pesawat.


Misalnya, maskapai Trigana Air, Batavia Air  berganti Sriwijaya Air serta Kalstar Aviations (jenis ATR) dengan jumlah penumpang mencapai 1.000 orang perhari. Selanjutnya akan masuk Citilink (Garuda Airlines) dan  Maswings (maskapai penerbangan Malaysia).


“Saya tadi kesini naik pesawat yang bagus bersama Bapak Amir Syamsudin (Menkum HAM) dan Bapak Djan Farid (Menteri Perumahan Rakyat). Kami bertanya-tanya bagaimana sih kondisi bandaranya, ternyata luar biasa. Ini dapat dibangun berkat pejuangan Gubernur dan Bupati serta tidak terlepas dari dukunganseluruh rakyat. Silahkan lanjutkan dan tingkatkan, saya hanya ikut saja apa kata rakyat,” ungkap Mangindaan.


Sementara itu Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak  menyebutkan pembangunan dan peningkatan status Bandara Kalimarau Berau ini berkat dukungan dana APBD provinsi dan kabupaten melalui beberapata tahap dengan pembiayaan mancapai Rp449 miliar.


“Kami di daerah telah berkomitmen untuk membangun jembatan udara dan akan terus membangun bandara bahkan secara keseluruhan di Kaltim sudah terdapat 18 bandara ditambah tiga bandara di perbatasan. Apalagi, provinsi ini luasannya mencapai satu  setengah kali pulau Jawa dan Madura,” ujar Awang Faroek.


Sedangkan Bupati Berau H Makmur HAPK mengungkapkan optimismenya terhadap multi effect player atas terbangunnya terminal dan fasilitas pendukung Bandara Kalimarau terutama peningkatan kunjungan wisata dan investasi di Berau.


“Di Kabupaten kami ini terdapat berbagai potensi baik potensi investasi untuk berbagai kegiatan usaha terlebih potensi wisata yang bertaraf dunia. Baik wisata alam semisal Pulau Derawan, Pulau Sangalaki dan Kakaban bahkan Pantai Tanjung Batu. Saya yakin bandara ini akan berimbas pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Berau,” harap Makmur.


Grandopening pengoperasian terminal Bandara Kalimarau berau dihadiri jajaran pejabat Kementerian Perhubungan  juga hadir Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dan Ketua DPRD Kaltim H Mukmin Faisal.


Anggota Komisi IV DPR-RI asal Kaltim Hetifah, Bupati Kutai Timur Isran Noor dan Walikota Tarakan H Udin Hianggio, Pemangku Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur serta jajaran FKPD Kaltim dan Kabupaten Berau.(yans/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak  pada peresmian grandopening pengoperasian terminal baru Bandar Udara Kalimarau. (masdiansyah/humasprov kaltim).

Berita Terkait