Menhub Tinjau Runway Bandara APT Pranoto, Gubernur Berharap akan Diresmikan Presiden Jokowi

Menhub Budi Karya dan Gubernur Awang Faroek Ishak mendapat penyelasan tentang Bandara APT Pranoto. (rosehan/humasprov kaltim).

SAMARINDA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kaltim, Minggu (8/7). Aktifitas Bandara APT Pranoto dan  Pelabuhan Samarinda menjadi target peninjauan Menhub. Seperti diketahui, Bandara APT Pranoto baru dioperasikan pada 24 Mei 2018 untuk menggantikan operasional Bandara Temindung.

Setelah mendarat dengan pesawat King Air, bermesin turboprop twin baling-baling, sekira pukul 13.16 Wita, Menhub Budi Karya langsung melakukan peninjauan runway Bandara APT Pranoto menggunakan minibus. Landasan pacu Bandara APT Pranoto diharapkan bisa diperpanjang hingga 2.500 meter agar Boeing 737-800 bisa mendarat mulus di APT Pranoto.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area terminal keberangkatan dan terminal kedatangan. Secara umum Menhub mengaku sangat puas menyaksikan pengoperasian Bandara APT Pranoto. Saat peninjauan kemarin Menhub didampingi Gubernur Awang Faroek Ishak dan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong.

Kepada Menhub Budi Karya, Gubernur  Kaltim Dr H  Awang Faroek Ishak memohon agar Presiden Joko Widodo berkenan melakukan grand opening peresmian Bandara APT Pranoto, setelah PT Angkasa Pura (AP) I siap mengelola bandara tersebut. Saat ini proses menuju pengelolaan itu sedang dilakukan antara Pemprov Kaltim dengan AP I.

"Saya mohon Pak Menhub bisa menyampaikan ke Pak Presiden, bahwa Bandara APT Pranoto sudah siap untuk grand opening. Sudah sangat siap diresmikan Presiden," pinta Awang kepada Menhub Budi Karya di sela peninjauan sisi darat APT Pranoto.

Bukan hanya Bandara APT Pranoto, Awang juga berharap Presiden Joko Widodo  bisa sekaligus meresmikan sejumlah bandara di wilayah perbatasan Kaltim dan Kaltara. Yakni Bandara Datah Dawai di Kabupaten Mahakam Ulu, Bandara Long Apung dan Bandara Long Bawan di Malinau serta Bandara Maratua di Kabupaten Berau. "Kami sudah ada kerja sama dengan Malaysia, Brunai Darussalam dan Singapura untuk pengembangan pariwisata di Kaltim," tambah Awang.

Lebih jauh kata Awang, berbagai kerja sama itu akan berjalan lebih baik lagi jika Bandara APT Pranoto bisa dinaikkan lagi statusnya menjadi bandara internasional. Kerja sama dengan pihak luar negeri ini tentu akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Menanggapi permohonan tersebut, Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras Gubernur dan seluruh jajarannya, serta apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian hingga pengoperasian bandara ini. Pemerintah pusat kata Menhub Budi Karya tentu akan terus memberikan perhatian kepada Kaltim.

"Segera ini akan saya laporkan ke Presiden Joko Widodo. Semoga Presiden bisa meresmikan bandara ini dengan status lebih luas lagi, yaitu bandara internasional. Begitu juga dengan bandara di perbatasan," jawab Menhub.

Usai meninjau operasional sisi darat dan sisi udara Bandara APT Pranoto, Menhub juga melakukan peninjauan ke Pelabuhan Samarinda untuk memastikan kesiapan kapal feri dan kapal roro yang beroperasi di Samarinda. Semua diminta untuk selalu menaaati aturan, hingga manifest (daftar jumlah penumpang kapal) yang harus sesuai jumlah dan kapasitas (daya tampung) kapal atau tidak boleh melebihi kapasitas kapal. Monitoring Menhub bertujuan untuk evaluasi dan monitoring pasca sejumlah musibah yang terjadi di perairan Indonesia. (jay/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait