Menikmati Indahnya Hutan Asli Bukit Bangkirai

Menikmati Indahnya Hutan Asli Bukit Bangkirai (fathur/humasprovkaltim)

SEPAKU - Kunjungan lapangan jurnalis Kaltim dalam program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF CF) 2020-2024 berlanjut ke wilayah selatan. Sasaran kunjungan adalah Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Tapi sebelumnya, para wartawan diajak untuk menikmati rimbun sejuk pepohonan di hutan alam Bukit Bangkirai, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Hutan alam Bukit Bangkirai menjadi bagian dari upaya pelestarian hutan yang dilakukan PT Inhutani I. Para wartawan juga sempat satu malam menginap di kawasan wisata edukasi ini.

Tamrin Asri, Kepala Unit Usaha Jasa Wisata Hutan Bukit Bangkirai menjelaskan areal kawasan Bukit Bangkirai secara keseluruhan mencapai 1.230 hektar. Sedangkan luas hutan alam yang masih asli sekitar 510 hektar. 

"Areal ini akan terus kami jaga, sekaligus menjadi wisata edukasi, wisata alam dan ecotourism. Jadi hutan ini tidak boleh rusak. Kita manfaatkan dari jasa lingkungannya," kata Tamrin Asri kepada para wartawan di lokasi Canopy Bridge Bukit Bangkirai, Sabtu (26/10/2019).

Ribuan jenis pohon tumbuh di areal ini. Ada Ulin, Bangkirai, Meranti, Jengkol Hutan, Semangkok, Gaharu dan berbagai jenis tumbuhan hutan lainnya. Ada pula berbagai tumbuhan obat seperti Bajaka dan Akar Kuning.

"Di areal 510 hektar ini ada sekitar 2.800 jenis flora dan fauna yang didominasi shorea laevis atau Bangkirai. Ada juga sekitar 3.000 jenis jamur, 13 jenis rotan, 24 jenis anggrek dan 113 jenis burung, serta jenis mamalia dan serangga lainnya," papar Tamrin.

Potensi wisata Bukit Bangkirai ini diyakininya akan semakin menarik jika kelak lokasi ibu kota negara benar-benar dibangun tidak jauh dari hutan yang masih asri dan sejuk ini.

Tahun 2018 lalu, kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Bukit Bangkirai mencapai 21.000 orang. Jumlah kunjungan ke lokasi wisata yang identik dengan jembatan yang terhubung di antara pepohonan di ketinggian 25-30 meter (canopy bridge) ini diprediksi akan semakin tinggi dengan kehadiran ibu kota negara di dekat kawasan ini. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation