Mensos: Lestarikan Budaya Lokal

TANJUNG SELOR - Menteri Sosial Dr Salim Segaf Al Jufri mengatakan budaya lokal atau kearifan lokal harus terus dilestarikan dalam kehidupan masyarakat. Pelestarian budaya lokal akan menciptakan penghormatan dari para pendatang agar menghormati budaya lokal.

Langkah ini sekaligus diharapkan dapat mencegah terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat.   


Dengan mengenal budaya asli daerah, masyarakat akan lebih tenang dan bahagia. Karena, budaya itu akan menumbuhkan semangat  kebersamaan antarwarga. Sebaliknya, masyarakat lokal dengan budayanya hendaknya bisa menerima kehadiran para pendatang sebab para pendatang tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat  meningkatkan kebersamaan dan menjaga kedamaian daerah.


Apabila kebersamaan dan kedamaian bisa diciptakan, maka kesenjangan sosial tidak akan terjadi. Satu missal,  jika ada  anggota masyarakat tertimpa musibah, maka masyarakat yang lain akan saling membantu, termasuk mereka para pendatang.


“Saya yakin itu. Apalagi, dengan mengenal budaya, masyarakat akan bisa mengantisipasi terjadinya konflik sosial antar warga. Karena, jati diri bangsa ini adalah kebersamaan,”  kata Salim Segaf Al Jufri usai ramah tamah di Kantor Bupati Bulungan, Jumat malam (15/2).


Mensos juga menyarankan agar pengenalan budaya lokal ini bisa dibangun dari bangku sekolah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan. Ini penting  agar generasi mendatang juga mampu mempertahankan budaya lokal tersebut dengan sikap saling menghargai.  


Sementara itu, Wagub Kaltim H Farid Wadjdy mengatakan, pelestarian budaya dan kearifan lokal sudah dilakukan di Kaltim. Hingga saat ini, tidak pernah terjadi gesekan masyarakat yang disebabkan oleh penonjolan jati diri masing-masing kelompok.


“Budaya lokal tetap lestari dan adat budaya para pendatang dari daerah asal juga bisa mereka lestarikan di Bumi Etam. Semua bisa hidup rukun dan saling menghormati budaya masing-masing,” kata Farid.


Dengan melestarikan budaya lokal tersebut, lanjut dia, hingga saat ini kondisi keamanan masyarakat Kaltim jauh lebih baik dari pada daerah lain di Indonesia yang selalu terjadi konflik sosial. Menurut Farid, tingkat kesetiakawanan di Kaltim sudah lebih maju disbanding daerah lainnya di Indonesia.  


Saat terjadi bencana di provinsi lain, masyarakat Kaltim selalu cepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.


Meski mengalami kemajuan yang sangat pesat, Farid mengakui, masih ada beberapa kendala yang dihadapi masyarakat di Kaltim maupun di Kalimantan Utara dalam pelaksanaan program sosial. Misalnya, belum adanya mobil operasional dan perahu karet bagi masyarakat di wilayah terpencil.


“Karena itu, diharapkan Kementerian Sosial dapat membantu,” ujar Wagub.


Ramah tamah juga dihadiri anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang pendidikan dan kebudayaan Prof Dr Moetia Hatta dan Bupati Bulungan H Budiman Arifin serta Kadis Sosial Kaltim H Bere Ali.   Usai ramah tamah, Wagub Farid Wadjdy menyerahkan kenang-kenangan kepada Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.  (jay/hmsprov)

//Foto: Wagub menyerahkan kenangan-kenangan kepada Mensos Salim Segaf Al Jufri. (jaya/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait
Government Public Relation