Menteri Agama Imbau Jaga Kesucian Ramadan, Hentikan Ujaran Kebencian

Menag Lukman Hakim dan Gubernur Awang Faroek melaksanakan sholat sunnah sebelum menunaikan ibadah Sholat Jumat di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center. (syaiful/humasprov)

 

Menteri Agama Imbau Jaga Kesucian Ramadan, Hentikan Ujaran Kebencian 

SAMARINDA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin  mengatakan  Ramadan adalah bulan suci. Sebab itu, Menag Lukman Hakim minta masyarakat Kaltim bersama-sama ikut menjaga kesucian Ramadan.

"Selain menjaga kesucian bulan Ramadan, momentum ini juga dapat dijadikan media instropeksi  dan evaluasi diri. Saya mengajak semuanya tidak saja menjaga kesucian bulan Ramadan tetapi juga bisa menjadi refleksi diri, sehingga nilai-nilai kemanusiaan bisa kita jaga dan pelihara dengan baik," kata   Menteri Lukman Hakim Saifuddin usai mengikuti shalat Jumat berjamaah di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim,  Jumat (2/6).   

Menurut Menag, intropeksi diri akan membuat setiap insan akan dapat menahan diri. Ramadan juga akan menjadi basis penguatan kualitas diri sebagai muslim dan penguatan kebangsaan sebagai warga negara.  

Hikmah Ramadan akan menghilangkan  hawa nafsu, amarah, murka, caci maki dan perilaku-perilaku negatif  lainnya.  Dia berharap agar Ramadan tidak dikotori dengan ujaran kebencian, caci maki, penghinaan dan fitnah, baik dalam ruang sosial, lebih-lebih dalam ruang keagamaan. 

"Jangan sampai ruang keagamaan, apalagi ruang ibadah, yang bersifat sakral itu dikotori dengan ujaran kebencian yang justru dapat menghilangkan kesucian dalam beribadah. Semua itu harus dihilangkan dan dihentikan untuk menjaga kesucian bulan Ramadan," pinta Lukman Hakim.

Menag Lukman Hakim berharap Ramadan dapat dijadikan sebagai ruang untuk bermuhasabah, mengevaluasi dan memperbaiki kualitas diri. Di samping dituntut untuk saleh secara individual, juga saleh secara sosial, serta mampu menjalin kedamaian di antara sesama umat manusia. 

"Saya berharap pelaksanaan ibadah puasa dapat meningkatkan rasa kasih sayang terhadap sesama, serta sikap saling menghargai dan menghormati sesama.  Dan di bulan Ramadan ini, kita bisa berinstrospeksi dan berbenah diri memperbaiki cara keberagamaan kita sehingga semakin berkualitas," kata Lukman Hakim. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait