Menuju One Borneo Quarantine System, Kaltim Tambah Pos Check Point

Penguatan Kerjasama Karantina di Pos Lintas Batas Negara di Meeting Room Hotel Novotel Balikpapan (syaiful/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) segera menambah pos pengawas produk pertanian (check point) di setiap perbatasan daerah. Diungkapkan Kepala Disnak dan Keswan Kaltim Dadang Sudarya, ditarget tahun 2021
segera membangun pos check point Batu Engau Kabupaten Paser Kaltim perbatasan dengan Tanah Bumbu Batu Licin Kalimantan Selatan.

"Tahun ini kita buat perencanaanya dan tahun 2021 kami babgunkan check pointnya," katanya didampingi Kepala Bidang Budidaya dan Perbibitan I Made Jaya Adhi saat Penguatan Kerjasama Karantina di Pos Lintas Batas Negara di Meeting Room Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (20/6/2019).

Selain itu, dibangun pula pos check point di Berau untuk perbatasan Kaltim dengan Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahun 2021.

Menurut dia, penting dibangun check poin dikawasan tersebut. Sebab banyaknya arus masuk ternak dari Batu Licin Kalsel ke Kaltim lewat jalur darat. Diakuinya, saat ini Kaltim sudah memiliki satu pos check point. Yakni, perbatasan Kaltim dengan Kalsel di Muara Komam (Gunung Rambutan) wilayah Kabupaten Paser.

Diharapkan, adanya pos check point maka produk-produk ternak juga perikanan dan pertanian aman dari berbagai penyakit berbahaya, khususnya penyakit hewan menular strategis. Disebutkannya, banyak jalur masuk produk-produk ilegal yang masuk ke daerah tanpa melalui jalur resmi, khususnya perbatasan negara seperti Malaysia. Kondisi ini sangat berbahaya bagi konsumen (masyarakat).

"Kita sangat berharap pemerintah Kalsel, Kaltara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah untuk bersama-sama menjaga perbatasan wilayah mauoun negara secara intensif," harapnya.

Ditambahkannya, jalur darat memang diwajibkan tanggungjawab pemerintah daerah. Sedangkan jalur laut (pelabuhan) dan udara (bandara) kewenangan badan karantina, baik karantina hewan, pertanian (tumbuhan) maupun karantina ikan. "Koordinasi kita dengan pihak karantina cukup baik bahkan sinergis," pungkasnya. (yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation