Menuju RS Akreditasi Nasional dan Internasional di Kaltim, AWS Bangun Aplikasi ePMKP bagi Rumah Sakit se Kaltim

Narasumber dan Peserta pada kegiatan aplikasi berbasis elektronik e-PMKP di RSUD AWS. (jaya/humasprov kaltim).

 

Menuju RS Akreditasi Nasional dan Internasional di Kaltim, AWS Bangun Aplikasi ePMKP bagi Rumah Sakit se Kaltim

 

SAMARINDA - Mendukung kualitas mutu pelayanan dan keselamatan bagi pasien di Kaltim dan mewujudkan Rumah Sakit (RS) seKaltim menuju akreditasi nasional maupun internasional. Maka RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) membangun aplikasi berbasis elektronik yaitu Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (ePMKP). Mewujudkan itu semua, maka wajib setiap rumah sakit memenuhi indikator-indikator yang telah ditetapkan pemerintah. Karena, hingga saat ini untuk mengetahui indikator apa saja yang perlu diketahui dan dilaksanakan masing-masing rumah sakit di daerah belum semua dapat diakses atau diketahui secara menyeluruh.

 

Kemudian bagaimana menyusun indikator tersebut, hingga saat ini belum semua rumah sakit di Kaltim mengetahui. Karena untuk menuju RS terakreditasi nasional bahkan internasional harus memiliki perbandingan dengan rumah sakit yang telah berhasil meraih akreditasi nasional maupun internasional. Begitu juga jika saat ini ada rumah sakit yang meraih akreditasi tipe B. Maka untuk menuju rumah sakit tipe A harus memiliki perbandingan dengan rumah sakit tipe A untuk sebagai informasi. Sehingga dapat mendukung indikator menuju akreditasi maupun tipe tersebut.

 

"Mendapatkan perbandingan itu tentu tidak mudah. Karena tidak semua rumah sakit mau memberikan informasi sebagai perbandingan dengan rumah sakit lainnya. Karena RSUD AWS pernah mengalami itu. Karena itu, adanya program atau proyek ePMKP diharapkan dapat mendukung agar rumah sakit di Kaltim saling berbagai informasi, terutama terkait indikator menuju rumah sakit akreditasi nasional maupun internasional," kata Direktur RSUD AWS  dr Rachim Dinata Marsidi melalui Project Leader ePMKP RSUD AWS dr Nurliana Noor , Jumat (17/11).

 

Nurliana Noor yang akrab disapa dr Nana mengatakan untuk meraih perbandingan tentu tidak mudah. Karena itu, RSUD AWS membuat terobosan untuk perubahan, yaitu melalui aplikasi ePMKP. Melalui aplikasi ini RSUD AWS mengajak seluruh rumah sakit baik yang sudah akreditasi paripurna seperti RSUD Parikesit, RSUD Kanudjoso dan RS Tentara Balikpapan bergabung dan dibuatkan user tersendiri. Apalagi aplikasi ini baru ada di Kaltim di Indonesia. Jika berhasil, maka Kaltim sebagai contoh upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta akreditasi nasional maupun internasional di Indonesia secara elektronik dan online. Rencana aplikasi ini akan dimulai sejak awal tahun 2018.

 

Dengan aplikasi tersebut seluruh rumah sakit yang ingin meningkatkan pelayanan serta akreditasi mereka dapat berkomunikasi melalui aplikasi secara elektronik. Sehingga tidak perlu harus berkunjung ke RSUD AWS maupun rumah sakit lainnya. "Sebagai rumah sakit rujukan di Kaltim tentu mempunyai indikator terkait peningkatan mutu rumah sakit dan keselamatan pasien. Diharapkan indikator tersebut dapat terintegrasi atau diketahui rumah sakit lain di Kaltim. Karena, Kaltim belum punya integrasi di level provinsi dan nantinya rumah sakit akan saling membandingkan," jelasnya.

 

Dari komunikasi itu, dapat dihasilkan capaiannya tanpa harus meminta ke RS yang sekelas cukup membandingkan di aplikasi yang dibuat oleh bagian IT, RSUDAWS. Pasalnya, salah satu syarat RS terakreditasi baik nasional maupun internasional adalah mempunyai data dan perbandingan dengan RS sekelasnya dan terlihat upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. "Jadi rumah sakit yang capaian indikatornya masih rendah dapat benchmarking atau sharing dengan RS sekelas dan berdiskusi langsung di aplikasi tersebut, misal bertanya penanganan pasien. Moderatornya adalah RSUD AWS," jelasnya. (jay/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation