Meriahnya Bincang Literasi

dok.humasprovkaltim

Hujan yang mengguyur kawasan Salma Shofa di Jalan Mugirejo Lubuk Sawah tak menyurutkan antusiasme penggiat literasi untuk memenuhi taman wisata Kota Tepian ini sejak pukul 14.00 siang pada Sabtu, 18 Januari 2020.

Ada apa gerangan sehingga penggiat literasi nampak berduyun-duyun ke satu titik lokasi yang rindang ini, tidak lain untuk mengeruk pengalaman literasi dari narasumber yang mumpuni yakni Syafruddin Pernyata dan Muhammad Sarif yang akan tampil berbincang santai sore ini.

Giat yang masih berkaitan dengan Merayakan HUT ke 63 Provinsi Kaltim dan HUT ke 60 Pemerintah Kota Samarinda, dimana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Iqro menjadi penggagasnya, dengan menggelar Bincang Literasi dengan tema, "Menulis Sejarah dan Mengapa Menulis Novel."

"Tidak banyak yang tergerak terhadap penulisan literasi dengan latar lokalitas," ujar Inni Indarpuri Kasubbag Publikasi Humas Setda Prov Kaltim yang hadir mewakili Kepala Biro Humas Setda Prov Kaltim.

"Ya, ini merupakan moment  mencintai Kota Samarinda dan Provinsi Kaltim. Karena menulis dengan latar lokal itu tidak banyak. Kalau tidak kecintaan yang luar biasa terhadap Kota Samarinda dan Provinsi Kaltim ini tak akan terwujud," ujar Syafruddin Pernyata yang akrap disapa EsPe.

Hadir Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chaerudin, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Kantor Bahasa Kaltim, yang mewakili Pimpinan Bank Indonesia, berbagai Komunitas Literasi antara lain Dewan Kesenian Kaltim dan Jaring Penulis Kaltim.

Hadir pula Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Kalimantan Timur, Bina Budaya Indonesia (BSBI) Samarinda, Jaring Penulis Kaltim, Gerakan Literasi Kutai, Jamming Musik Odah Etam, Komunitas Pers Pro Pariwisata dan beberapa Mitra Media.(ryn/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait