Kalimantan Timur
Meski Covid, Dadang Ajak Petani Tetap Menanam

Dok.humaskaltim

MARANGKAYU - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim H Dadang Sudarya minta para petani untuk tetap menanam.

"Pesan Pak Menteri, di tengah pandemi Covid-19 kita tidak berhenti menanam. Karena 260 juta lebih penduduk Indonesia harus tetap makan,” kata Dadang Sudarya saat berdialog dengan Kelompok Tani (Poktan) Hidup Baru 7 dan Poktan Hidup Sederhana Desa  Semangko Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Senin (15/6/2020).

Pemerintah bertanggung jawab untuk mempertahankan  katahanan pangan khususnya beras maupun pangan lainnya. Karena itu, tanpa dukungan para petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani, maka tugas pemerintah akan menjadi sangat berat. 

Dadang pun mengapresiasi kerja keras dan usaha para petani yang mendukung program Gerakan Percepatan Tanam Padi Periode April-September 2020.

Dadang menambahkan, sebagaimana diketahui Kalimantan Timur tahun ini dibebani target tanam padi oleh Kementerian Pertanian hanya 26.494 hektar, namun berdasarkan hasil rapat koordinasi Dinas  Pertanian se-Kaltim melalui virtual beberapa minggu lalu, ternyata beberapa daerah ada yang menambah luasan tanam, sehingga luasan target juga bertambah. 

Sehingga totalnya yang tadinya 26.494 hektar untuk musim tanam periode April-September 2020 bertambah menjadi 34.523 hektar atau ada penambahan sekitar 8 ribu  hektar lebih. 

"Penambahan 34.523 hektar tersebut sudah dicatat oleh Kementerian Pertanian untuk musim tanam periode April-September 2020. Oleh karena itu sudah menjadi komitmen kita di Kaltim juga menjadi komitmen kabupaten/kota jangan mundur lagi, kalau sudah terucap 34.523 hektar dan itu yang dicatat dan dituntut pusat," tandasnya.

Untuk mencapai target pusat tersebut, kata Dadang semua harus bersinergi mewujudkannya, tidak hanya dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim, termasuk UPT  yang ada di kecamatan-kecamatan dapat  melaksanakan Gerakan Percepatan Tanam, seperti di Kabupaten Kutai Timur. 

Dia berharap ke depan Kaltim bisa swasembada pangan khususnya padi. Karena saat ini baru bisa mencukupi sekitar 71,1 persen  rasio beras lokal dan  sekitar 29 persen kebutuhan beras didatangkan dari luar Kaltim.

Petani Kaltim perlu terus meningkatkan motivasi  untuk menambah areal tanam  dan produksi padi.

"Upaya-upaya untuk meninngkatkan  areal tanam maupun produksi pertanian sudah kita lakukan dengan memberikan bantuan bibit unggul baru seperti yang baru saja ditanam varietas Inpari 30,  Inpago 8, Inpari 40, Mikongga, Bioner Ciherang Agritan (nutrizink), maupun bantuan alsintan seperti alat menanam transelter kombain,” sebut Dadang.

Dalam dialog tersebut Ketua Poktan  Hidup Baru 7 M Idris dan  Ketua Poktan Hidup Sederhana Arifudin juga memberikan apresiasi kepada jajaran DPTPH dan BPTP Kaltim yang telah melakukan kunjungan ke Desa Semangko dalam rangka percepatan tanam padi, sehingga menjadi ajang silaturahmi sekaligus sharing terkait permasalahan yang dihadapi  para petani.

"Kami di sini sangat memerlukan alat tanam padi, karena luasan areal tanam tidak sebanding dengan jumlah petani yang ada. Sehingga untuk mengantisipasinya terpaksa dilakulan sistem hambur untuk tanam padi, termasuk bantuan bibit padi, peningkatan jalan usaha tani dan irigasi, karena kami di sini hanya mengandalkan tadah hujan," pinta Idris. (mar/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait