Metode Blended Learning, Biaya Diklat Hemat 80 Persen

Diklat dan ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa tingkat dasar angkatan IV (yuvita/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Plt Kepala Dinas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim HM Aswin membuka diklat dan ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa tingkat dasar angkatan IV, di Aula Utama II Kantor BPSDM Kaltim, Selasa (23/7/2019). 

Pada umumnya diklat dan sertifikasi menggunakan full klasikal atau tatap muka penuh, kali ini BPSDM menggunakan metode blended learning. Metode ini menggabungkan metode klasikal dan e-learning. Selain itu, metode ini dinilai lebih hemat.

“Tidak perlu lagi menggunakan uang banyak. Dengan blended learning ini banyak sekali hematnya. Kalau dulu kita mengadakan pelatihan misalnya10 hari, sekarang cukup 2 hari. Kalau 10 hari ini kita anggap 100 persen, berarti 80 persen hematnya,” terang Aswin.

Dia berharap pada diklat kali ini bisa meningkat lagi hasilnya. Ukuran kinerja akan diukur dengan jumlah peserta bisa lulus yang artinya materi diklat efektif disampaikan. Dengan pola blended learning ini bisa menjadikan peserta melek tekhnologi dan mandiri.

Ketua panitia Buyung Dodi Gunawan menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 29 orang. Semuanya aparatur sipil negara (ASN) Kaltim terdiri dari 11 perangkat daerah. Kegiatan akan berlangsung dari 23 Juli sampai 8 Agustus 2019. (yuv/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait