Mewujudkan Kaltim Zero Asap, Empat Daerah Terindikasi Tinggi Hot Spot

Narasumber dan peserta Simulasi Peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan BPBD Kaltim.(masdiansyah/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur sudah menetapkan diri sebagai provinsi zero atau bebas darurat asap. Terbukti sejak hampir lima tahun terakhir, Benua Etam tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berskala besar yang bisa menimbulkan bencana asap.

Namun demikian, hasil pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim sejak awal tahun ini terdapat empat daerah terindikasi meningkat hot spot (titik panas).

Empat daerah itu yakni Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara serta Kota Samarinda dan Balikpapan. Kondisi titik panas itu disampaikan Kalak BPBD Kaltim Frederik Bit didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Kresnayana pada Simulasi Peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kegiatan simulasi diikuti 30 peserta yang dilaksanakan di Ruang Pusdalop Penanggulangan Bencana BPBD Kaltim Jalan Rawa Indah Samarinda, Selasa (19/3/2019).

Untuk itu lanjutnya, BPBD terus berupaya melakukan langkah antisipasi melalui penyiapan tenaga terampil dan berkemampuan melakukan upaya penanggulangan dan penanganan Karhutla.

"September dan Oktober itu bulan-bulan yang perlu diwaspadai. Penting kami melakukan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan Karhutla sejak awal,"  katanya.

Diharapkan terbangun sinergitas lintas sektor dan antar daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota di Kaltim. "Terutama upaya bersama meminimalisir bahkan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang bisa mengakibatkan timbulnya darurat asap," ungkapnya.

Kegiatan selama dua hari (19-20 Maret) dirangkai dengan penyampaian materi dari Bandiklat Kehutanan Kaltim Asli S.Hut  dan praktik peralatan Karhutla di kawasan Folder Air Hitam Samarinda. (yans/her/fat/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation