Kalimantan Timur
Minta Pemerintah Pusat Bertindak Tegas

Wagub Kunjungi Manusia Perahu

TANJUNG BATU-Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan permasalahan manusia perahu di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau saat ini sudah berstatus tanggap darurat.

Artinya, saat ini manusia perahu yang awalnya ditampung di daratan Kampung Tanjung Batu, sudah bergeser ke pesisir pantai Tanjung Batu Berau. Karena itu, Pemprov Kaltim dengan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial saat ini telah membantu Pemkab Berau untuk mengatasi permasalahan tersebut, terutama memberikan dukungan logistik sembilan bahan pokok (sembako) untuk keperluan konsumsi manusia perahu yang berasal dari Malaysia dan Filipina tersebut.

“Karena ini statusnya adalah tanggap darurat, maka Pemprov Kaltim segera membantu Pemkab Berau untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bahkan, secepatnya Pemprov Kaltim akan melaporkan hal ini ke pemerintah pusat agar ditindaklanjuti,” kata Mukmin Faisyal usai melakukan kunjungan ke penampungan manusia perahu bersama istri Hj Sarminah Mukmin didampingi Bupati Berau Makmur Hapk dan Wabup Abdul Rifai di Lapangan Sepakbola Bulalung, Tanjung Batu Berau, Minggu (28/12).

Mukmin meminta pemerintah pusat agar tidak berlarut-larut menyelesaikan masalah manusia perahu ini dengan tetap memperhatikan Hak Azasi Manusia (HAM). Apalagi, manusia perahu tersebut banyak menuntut macam-macam, sehingga patut diperhatikan secara serius, agar tidak menimbulkan konflik dan pelanggaran terhadap manusia tersebut maupun warga lokal.

Bahkan, sejak awal manusia perahu datang ke perairan Derawan 17 November 2014 hingga sekarang telah diberikan bantuan kebutuhan hidup sehari-hari. “Awalnya mereka biasa dikasih minum air putih dan air teh, kini mereka malah minta kopi. Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Meski solidaritas tetap dijunjung, namun permasalahan yang dihadapi pemerintah baik pusat maupun daerah bukan hanya itu saja, tetapi banyak yang lain, sehingga diharapkan pemerintah pusat segera bertindak untuk memulangkan mereka,” tegasnya.

Kepada para manusia perahu Mukmin berpesan agar setelah dipulangkan mereka tidak lagi ke perairan Indonesia, karena konsekuensi yang akan ditanggung akan lebih berat. Pemprov Kaltim menargetkan awal Januari 2015 manusia perahu harus pulang ke Negara masing-masing.

“Saat ini surat permohonan untuk kepulangan maupun bantuan tanggap darurat dari Pemkab Berau sudah diterima Pemprov Kaltim. Selanjutnya segera ditindaklanjuti. Kemudian Pemprov segera menyampaikan ke pemerintah pusat terkait kondisi ini. Masalahnya, jumlah mereka tidak sedikit,” sambung Mukmin.

Kepala Dinas Sosial Kaltim Siti Rusmalia Idrus menambahkan, berbagai bantuan Pemprov Kaltim yang  diserahkan secara simbolis oleh Wagub Mukmin Faisyal kepada Bupati Berau Makmur Hapk antaralain berupa 800 dos mie instan, lauk pauk yang terdiri dari sarden, kecap, saos, minyak goreng sebanyak 800 dos, beras 7 ton, terpal 80 lembar ukuran 8x6 meter. Sedangkan bantuan Pemkab Berau berupa singkong mentah sebanyak 3,2 ton.

“Bantuan tersebut merupakan sharing dari Pemprov dan pemerintah pusat serta didukung Pemkab Berau. Sedangkan jumlah manusia perahu yang saat ini sebanyak 630 jiwa, baik orang dewasa maupun anak-anak, bahkan ada yang baru lahir sebanyak lima jiwa,” jelasnya.

Bupati Berau Makmur Hapk mengatakan siap memulangkan manusia perahu tersebut, asalkan ada instruksi dari pemerintah pusat. Karena itu, saat ini Pemkab Berau telah menyurati Pemprov Kaltim agar ditindaklanjuti, sehingga kondisi tersebut tidak berlarut-larut.

“Kami tidak ingin ini berlarut-larut, jangan sampai dengan kondisi ini terjadi pelanggaran yang tidak diinginkan, baik penduduk setempat dengan manusia perahu tersebut,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)   

 

////Foto :  Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP meninjau kondisi manusia perahu di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Derawan, Berau. Wagub berdiskusi dengan para manusia perahu dan sempat menggendong bayi manusia perahu di penampungan mereka. Agar tidak menjadi masalah yang kian membesar di kemudian hari, Wagub berharap pemerintah pusat segera bertindak tegas memulangkan para manusia perahu asal Malaysia dan Fhilipina itu. (norjaya/humasprov)

Berita Terkait