Modal Awal Percaya Diri

Pelatihan Wirausaha Pemuda Praktek ke Mall

SAMARINDA - Sedikitnya 60 peserta pelatihan kewirausahaan pemuda yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Selasa siang (16/4) melaksanakan praktek lapangan ke sejumlah pusat-pusat perbelanjaan di Samarinda.
Parta peserta dilatih untuk memiliki tingkat kepercayaan diri sebelum secara mandiri menekuni kewirausahaan di daerah masing-masing.
 Saat praktek lapangan ini, para peserta didampingi pejabat dan staf Dispora serta instruktur dari Lembaga Pengembangan Kompetensi dan Produktifitas (LPKP) Institute Samarinda.
"Mereka tidak hanya diberi teori di dalam ruangan, tetapi juga keberanian dan percaya diri saat bertatap muka dengan para calon pembeli. Mereka harus mengerti, bahwa sukses berwirausaha itu, bukan hanya bagaimana membuat produk berkualitas, tetapi bagaimana memasarkannya dengan baik," kata Bambang Sumantri, instruktur dari LPKP Institute di sela praktik lapangan di salah satu mal di kawasan Jalan Bhayangkara Samarinda tersebut.
Peserta pelatihan kewirausahaan dibagi dalam tiga kelompok berbeda dan melakukan praktek lapangan di tiga lokasi berbeda. Mereka nampak antusias melakukan praktek lapangan sekaligus menjadi 'karyawan dadakan' dan sesekali bertanya kepada instruktur atau pegawai tempat mereka melakukan praktek lapangan.
Para peserta umumnya mengaku senang karena dengan praktek lapangan seperti ini, pengetahuan dasar tentang kewirausahaan itu setidaknya sudah mereka miliki dan terapkan saat praktek lapangan.
"Kami memang belum mendapat informasi apakah nanti akan mendapat bantuan permodalan, tetapi yang pasti, kami sudah mendapat modal kepercayaan diri. Ini sangat penting sebelum memulai usaha," kata Bahtiar Efendi, salah seorang peserta dari Kabupaten Paser.
Dia sangat sependapat dengan seruan Gubernur Awang Faroek agar para pemuda tidak ragu menekuni profesi sebagai wirausaha. Generasi muda tidak selalu berpikir untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau bekerja di perusahaan-perusahaan.
"Saya dari Paser. Banyak orang berpikir hanya mau ke Tanah Grogot (ibukota Paser). Padahal daerah Paser masih sangat luas, mengapa kita tidak berpikir untuk mengembangkan daerah dengan wirausaha di luar pusat-pusat kota. Seruan gubernur itu sangat baik dan harus kita dukung," kata Bahtiar.
Mengenai bantuan permodalan kepada para peserta pelatihan, kemungkinan Dispora Kaltim bisa memberikan bantuan melalui dukungan dana APBN melalui Kemenpora dalam bentuk program Kelompok Wirausaha Pemuda (KWP) dengan total bantuan maksimal perkelompok sebesar Rp10 juta. Tiap kelompok minimal beranggotakan tiga  hingga lima orang. Program ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. (sul/hmsprov).

////Foto: Peserta pelatihan  menerima pengarahan saat melakukan praktek lapangan di mall, untuk menanamkan rasa percaya diri. (Samsul/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait
Government Public Relation