Momentum HANI 2018, BNNP Ajak Masyarakat Perhatikan Keluarga

Brigjen Raja Haryono

SAMARINDA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) nasional akan dipusatkan di Balai Rehab Lido dan akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Sementara di Kaltim dipusatkan di Balai Rehab Tanah Merah Samarinda dan akan dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Diharapkan pencegahan penyalahgunaan narkotika bisa dilakukan sejak dini dari lingkungan keluarga. "Karena itu, momentum ini diharapkan bisa memberikan motivasi bagi rakyat Kaltim untuk bersama-sama bergerak melawan penyalahgunaan narkoba," kata Kepala BNNP Kaltim Brigjen Raja Haryono di Samarinda, Rabu (11/7).

Peringatan HANI diharapkan memperkuat aksi dan kerja sama secara global. Selain itu, peringatan ini akan mengingatkan masyarakat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba, melawan penyalahgunaan obat-obatan dan penjualan obat secara ilegal. 

Dengan momentum HANI yang biasa dilaksanakan pada 26 Juni dan tahun ini dilaksanakan serentak 12 Juli, maka BNNP Kaltim berharap agar seluruh steakholder, pemerintah dan masyarakat untuk menyatukan kekuatan bersatu dan bergerak melawan narkoba. 

"HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi serta keamanan dan perdamaian dunia," jelasnya.

Penyalahgunaan narkotika secara nyata juga dapat memicu kejahatan lain, seperti pencurian dan pembunuhan. Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama.

Berdasarkan data yang ada 50 orang di Indonesia yang meninggal dunia setiap hari karena penyalahgunaan narkoba, bila dikalkulasi dalam setahun ada sekitar 18.000 jiwa meninggal dunia karena penggunaan narkoba. Angka itu belum termasuk 4,2 juta pengguna narkoba yang direhabilitasi dan 1,2 juta pengguna yang tidak dapat direhabilitasi. Sebagai bentuk tanggap darurat narkoba, BNNP Kaltim telah menjalankan program-program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkotika (P4GN).  

Langkah ini dilakukan untuk menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika, khususnya pada kelompok generasi penerus bangsa. Karena itu, negara berkewajiban menciptakan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang mereka dan menjaga dari ancaman bahaya narkoba. Saat peringatan HANI tahun ini juga akan dilaksanakan video conference antara Presiden Joko Widodo dengan Gubernur Awang Faroek di Balai Rehab Tanah Merah Samarinda. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Kaltim Serius Atasi Narkoba
Kaltim Serius Atasi Narkoba

17 Januari 2019 Jam 19:33:57
BNN

BNNP Terus Gencarkan Pemberantasan Narkoba
BNNP Terus Gencarkan Pemberantasan Narkoba

22 Januari 2018 Jam 20:35:56
BNN

Abu Helmi Buka Sosialisasi RAN P4GN
Abu Helmi Buka Sosialisasi RAN P4GN

08 Agustus 2019 Jam 21:38:03
BNN

Government Public Relation