Moratorium Tambang di Kaltim Jalan Terus

Moratorium Tambang di Kaltim Jalan Terus

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim H Awang Froek Ishak menegaskan moratorium tambang  yang dikeluarkan  sejak 2012  sampai sekarang masih terus berjalan dan tidak ada batas waktunya.

"Moratorium tambang saya tegaskan  masih berjalan, hal itu dilakukan karena masih adanya temuan-temuan  di lapangan, baik dari kita sendiri maupun temuan-temuan dari KPK, maka saya putuskan moratorium itu jalan terus dan tidak ada batas waktunya," kata Awang Faroek Ishak," usai pelantikan direksi dan komisaris PT Kaltim Kawasan Industri Maloy,  PT Kaltim Pelabuhan Internasional Maloy pada kawasan ekonomi khusus (MBTK) Maloy Batuta Trans Kalimantan, di Lamin Etam,  Senin (12/1).

Awang Faroek menegaskan, dia  tidak akan pernah lagi memberikan ijin pinjam pakai, terkecuali kalau itu memang sudah melalui pembahasan mendalam di tingkat pusat. Jangan di balik  dengan alasan rekomendasi gubernur pemerintah pusat mengijinkan,

"Selama inikan begitu, kenapa kami memberikan, karena gubernur sudah memberikaan  rekomendasi ke bupati,  tapi itu harus dikaji dulu tingkat pusat, karena pusat menginginkan agar pengelolaan tambang dilaksanakan dengan baik, tanpa merusak linkungan," katanya. 

Awang manambahkan, sekarang ini banyak perusahaan yang mau menambang tapi tidak mempunyai kemampuan, tidak mempunyai kemampuan mereklamasi, tidak mempunyai kemampuan meregafitasi,    akhirnya kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana,

"Sekali lagi, saya stop semua, apapun yang dikatakan orang,  saya akan hadapi," tegasnya.

Walaupun demikian, lanjut Awang Faroek,  kalau perusahaan-perusahaan  tambang sekarang ini  mau merubah stateginya dengan membangun power plan misalnya, nah tentunya saya mau,  misalnya  ada perusahaan batu bara  mau membanguan power plan, katakanlah 100 megawat,  hal itu tentunya bisa dipertimbangkan,  tapi harus betul-betul terwujud, ada listriknya untuk masyarakat Kaltim.

"Kita menghendaki agar sumber daya alam yang ada betul-betul dikelola  untuk kesejahteraan  masyarakat Kaltim," ujarnya

Bukan hanya sektor pertambangan, lanjut Awang Faroek, tetapi juga di sektor perkebunan, kalau tidak mau mensukseskan Maloy kita dukung dia, tapi kalau tidak no way, tidak ada jalan untuk kita bantu.

"Tapi kalau punya itikat mambangun pabrik minyak goreng, margarin, dan produksi lainnya di  KIPI  Maloy, perusahaan yang bersangkutan  bisa kita pertimbangkan,"jelas Awang Faroek  Ishak. (mar/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation