MoU Pemprov Kaltim dengan BPD Kaltim


SAMARINDA - Pemprov Kaltim melakukan kerjasama dengan BPD Kaltim dengan membuat Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan bersama dalam rangka peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan akses permodalan usaha dan juga pemanfaatan jasa perbankan lainnya di Kaltim pada Jumat (15/4) di Gedung BPD Kaltim, Samarinda.

Kesepakatan bersama ini ditujukan untuk sinergi program-program yang dilaksanakan oleh pemprov kaltim dengan meluncurkan program kredit 4 sejahtera dengan memberikan kemudahan dalam akses permodalan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan akses permodalan usaha dan pemanfaatan jasa perbankan lainnya khususnya untuk mendukung program-program yang dilaksanakan oleh dinas peternakan, perkebunan, perikanan dan pertanian.

Kredit 4 sejahtera yang meliputi ternak, perikanan, pangan, sawit adalah kredit untuk mendukung sektor unggulan kaltim yang merupakan jenis sumber daya yang dapat diperbaharui sehingga masyarakat kaltim dapat mengurangi ketergantungan pada hasil Sumber Daya Alam (SDA).

"Sudah banyak para petani yang menikmati kredit-kredit ini. Saya sudah memulai dengan tetap memberikan program redistribusi lahan produktif kepada para petani melalui reforma agraria. dimana para petani dibantu dengan program sertifikasi lahan," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.

Awang menyampaikan bahwa dalam kredit 4 sejahtera ini BPD Kaltim telah menurunkan suku bunga menjadi 9 persen pertahun. Dengan suku bunga ini merupakan suatu kemudahan yang diberikan oleh BPD kaltim. Sehingga, harus ditangkap oleh para enterpereneur muda untuk bekerja dan berinovasi dalam mengembangkan usaha.

"Sejumlah kendala bagi para pelaku usaha terkait perkreditan memang selalu ada, terutama bagi para pelaku usaha mikro dan kecil. Namun, dengan mendapatkan dukungan dari PT Jamkrida Kaltim terkait kendala-kendala itu akan mendapatkan solusinya. Intinya, saya berharap dengan adanya kesepakatan ini dapat memberikan peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kaltim," katanya. (rus/humasprov

Berita Terkait