MUI dan Ormas Islam Berperan Mengawal Pembangunan Daerah

Shilaturrahim MUI bersama Ormas Islam dan Ponpes se Kaltim


SAMARINDA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam di Kaltim diharapkan ikut  mengawal pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah, sehingga pembangunan yang telah diprogramkan terarah dengan baik, sesuai harapan masyarakat.  
“Dukungan MUI dan Ornas Islam diharapkan dapat menuntun arah pembangunan pada jalur yang benar. Pembangunan harus ditujukan untuk kepentingan kemakmuran rakyat,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak diwakili Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Sutarnyoto usai membuka Silaturrahim MUI bersama Ormas Islam dan Pondok Pesantren se-Kaltim, di Samarinda, Senin (22/4).  
MUI juga diharapkan dapat mengeluarkan fatwa-fatwa bijak jika terjadi permasalahan di agar masyarakat bisa segera mendapat jawaban dan arah yang benar dan tidak dibiarkan berlarut-larut dalam kegalauan.
Hal lain yang patut diwaspadai MUI bersama Ormas Islam dan Pondok Pesantren ke depan adalah mencegah berkembangnya aliran-aliran sesat di Kaltim. MUI bisa meminta aparat berwenang menutup aliran-aliran sesat tersebut.
“Dengan adanya fatwa yang dikeluarkan MUI, diharapkan masyarakat dapat mengikutinya, sehingga tidak bertentangan dengan aturan-aturan agama. Masyarakat yang mengetahui adanya praktik aliran sesat di sekitar mereka diharapkan segera melapor ke pihak kepolisian,” jelasnya.
MUI juga diharapkan dapat  terus menyiarkan ajaran Islam, sehingga keimanan umat  lebih meningkat dan kian terarah.  Dengan demikian, masyarakat tidak akan mudah tergoyahkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Karena itu, silaturrahmi juga harus dilakukan ulama dan tokoh agama di daerah, sehingga tidak  mudah terpecah, karena perbedaan pendapat,” jelasnya.
Sutarnyoto juga mengingatkan, hubungan baik hendaknya tidak hanya dilakukan dengan umat Islam saja, tetapi dengan  umat beragama yang lain.   
Sementara itu, Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has mengatakan tugas MUI adalah menyampaikan dakwah, tausiah, nasehat tentang keagamaan. Khususnya dalam mengawal visi dan misi pembangunan daerah dan negara ini.  
“Persoalan agama sangat berpengaruh terhadap pembangunan. Bahkan, dari agama sangat mudah terjadi permasalahan perpecahan antarpenduduk. Tetapi, MUI Kaltim tetap berkomitmen untuk mengawal agar damai akan terus terbangun di Kaltim," ujarnya.(jay/hmsprov)   

////Foto : Peserta silaturrahim Majelis Ulama Indonesia, Ormas Islam dan Pondok Pesantren. (fadjar/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait