Mukmin : Optimis Swasembada Pangan Kaltim Terwujud


BABULU – Dalam rangkaian pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) kontak tani Nelayan Andalan (KTNA) IX Kaltim 2016 di Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara (PPU), Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim berkesempatan menyaksikan panen raya padi di Desa Gunung Mulia.

Menurut Wagub HM Mukmin Faisyal HP, kegiatan pertanian tanaman pangan di PPU cukup besar dan patut diapresiasi pemerintah untuk keberlanjutan dan pengembangannya.

“Pengembangan pertanian di daerah ini (PPU) sangat besar dan Pemprov sangat mengapresiasi. Kita ingin kegiatan ini terus berlanjut dan saya optimis swasembada pangan Kaltim dapat diwujudkan,” katanya disela menyaksikan panen dan pola tanam padi sawah di Desa Mulia, Rabu (11/5).

Kegiatan pengembangan pertanian lanjutnya, masih terkendala ketersediaan air dan tata kelola pengairan yang belum dilakukan secara optimal.

Misalnya, saat ini potensi lahan pertanian tanaman pangan Kaltim  terdapat seluas 412.095 hektar (ha) dengan luasan areal fungsional tealh tersedia sebesar 166 ribu ha. Namun tergarap sebaggai yang dapat ditanami sekitar 69.830 ha.

Selain itu, intensitas penanaman masih rata-rata sekali setahun yang disebabkan keterbatasan dukungan pengairan.

Dijelaskan Mukmin, sarana pengairan Kaltim masih banyak mengandalkan tadah hujan sekitar 59.661  ha serta semi teknis dan pengairan teknis yang dapat mendukung peningkatan intensitas penanaman baru sekitar 13.052 ha.

Termasuk adanya pengairan pedesaan seluas 176.254 ha dan irigasi pompa sebesar 11.400 ha.

Sementara berdasarkan Badan Wilayah Sungai Kalimantan dan Pengairan PU Kaltim bahwa potensi pengairan yang telah dibangun seluas 53.110 ha. Namun, baru dimanfaatkan seluas 17.763 ha atau sekitar 33,5 persen.

Selain itu, data diperoleh bahwa luas lahan tanam sekitar 69.830 ha yang ada pengairannya baru mencapai 14.985 ha atau 21,46 persen.

Wagub mengungkapkan Pemprov Kaltim mempriotiaskan penanganan dan membangun pengairan yang mnejadi kewenangan provinsi. Juga, membina pengairan yang menjadi kewenangan kabupaten dan kota.

Dijelaskannya, kewenangan provinsi difokuskan pada pembangunan pengairan di Biatan dan Semurut Kabupaten Berau, Bendungan Kaliorang Kutai Timur serta Bendungan Marangkayu Kutai Kartanegara.

“Terbangunnya bendungan diharapkan pelayanan pengairan dapat ditingkatkan pengaira sawah dari 3.850 ha menjadi 6.240 ha. Kewenangan pusat diusulkan bendungan daerah irigasi Telake agar mampu melayani areal sawah seluas 12.000 ha di PPU dan Paser,” sebut Mukmin.

Sementara itu Kepala Pusat Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Fathan Rasyid mengemukakan pemerintah terus berupaya meningkatkan dukungan terhadap kegiatan pertanian.

“Anggaran pertanian yang tahun 2014 hanya sekitar Rp16 triliun maka tahun ini ditingkatkan sampai Rp31 triliun. Dana untuk pengembangan  sarana dan prasaran serta infrastruktur pertanian juga mengadaan alat mesin pertanian dan peningkatan kemampuan pelaku utama,” ujar Fathan Rasyid.(yans/humasprov

Berita Terkait