Mukmin : Petani Pejuang Kemandirian dan Kedaulatan Pangan

Wagub Panen Padi di Marancang Ulu

 

GUNUNG TABUR - Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP panen padi varietas ciherang. di Kampung Merancang Ulu dan Merancang Ilir Kecamatan Gunung Tabur Berau, dengan luas lahan mencapai 625 hektare, Selasa (14/4). Panen tersebut juga dihadiri Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono dan Danrem 091/ ASN Brigjen TNI Teguh Arief Indratmoko.

Wagub Mukmin menyambut baik panen padi tersebut. Ini membuktikan begitu bersemangatnya para petani dalam mengerjakan usaha yang secara langsung turut berjuang mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di negara ini.

”Berau merupakan salah satu daerah penghasil beras yang menjadi andalan Kaltim untuk mencapai swasembada selain Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan daerah lainnya. Karena itu, apa yang dilakukan petani di daerah ini adalah bagian dari perjuangan rakyat Kaltim mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di daerah maupun negara ini,” kata Mukmin Faisyal, usai panen padi di Merancang Ulu dan Ilir,  Gunung Tabur Berau.

Swasembada beras harus dapat diwujudkan karena berdasarkan data Angka Sementara (ASEM) dari BPS 2014, capaian produksi padi di Kaltim baru mencapai 426.168 Ton gabah kering giling (GKG).

Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan bagi masyarakat, karena dengan capaian produksi tersebut ketersediaan untuk pemenuhan konsumsi baru mencapai 70,61 persen, sehingga tingkat ketergantungan  pasokan beras dari luar daerah masih tinggi.

Karena itu, dukungan ke arah tersebut harus sangat besar, terutama dukungan anggaran APBN Tahun Anggaran (TA) 2015. Penurunan produksi padi 2014 harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk koreksi pelaksanaan kegiatan pada 2015.

”Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan produksi padi 2014, baik secara teknis maupun non teknis yang berkaitan SDM, SDA, infrastruktur, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan fenomena iklim yang tidak bisa dihindari.  Kondisi tersebut harus mendapat perhatian yang serius bagi kita semua agar pencapaian produksi padi tahun ini di Kaltim dapat kita tingkatkan,” jelasnya.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono mengatakan Pemerintah Pusat telah melakukan langkah strategis untuk meningkatkan swasembada pangan hingga tiga tahun ke depan, yakni dengan dilakukannya penandatanganan antara Kementerian Pertanian dengan TNI.

”Alhamdulillah ini telah ditindaklanjuti jajaran Pangdam dengan Gubernur hingga ditindaklanjuti antara Dandim dengan Bupati hingga jajaran Babinsa. Bukti langkah strategis ini adalah, ada beberapa bidang yang terus ditingkatkan Kementerian Pertanian, yakni meningkatkan bibit varietas unggul bagi petani, pengadaan pupuk yang langsung didistribusi ke petani yang dikawal jajaran Babinsa,” katanya.

Selain itu juga perlu kebijakan pemerintah untuk memberi bantuan alat mesin pertanian (alsintan) serta meningkatkan fungsu irigasi pertanian di daerah. Dengan upaya itu diharapkan dapat meningkatkan swasembada pangan di Indonesia, khususnya di Kaltim.

Sementasra itu, Bupati Berau Makmur HAPK mengatakan dengan kunjungan dan panen raya yang dilakukan Wagub Kaltim dan Pangdam VI Mulawarman dapat memberi motivasi jajaran Pemkab Berau dan petani untuk meningkatkan produksi pertanian di Berau.

”Lahan yang dimiliki berau untuk sawah pertanian 98.000 hektare. Sedangkan yang telah tergarap dan terbuka 30.000 hektare. Produksi pangan, khususnya beras setiap tahun mencapai 24.177 ton pertahun. Kemudian kebutuhan produksi beras mencapai 24.000 ton pertahun. Jadi, ada kelebihan 177 ton pertahun. Diharapkan produksi ini terus mencukupi kebutuhan beras masyarakat Berau,” jelasnya. 

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim Ibrahim mengatakan Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan di daerah, terutama produksi padi, jagung dan kedelai.

Mendukung pencapaian produksi tahun ini secara nasional, Kaltim berdasarkan Kesepakatan Pakta Integritas yang telah disetujui dan disepakati oleh masing-masing kabupaten/kota adalah produksi padi 486.746 ton, jagung  8.150 ton dan kedelai 4.726 ton.

Khusus untuk Kabupaten Penajam Paser Utara, target produksi padi 81.638 ton, jagung 63 ton, dan kedelai 439 ton. Apalagi Pemprov Kaltim juga terus melakukan perbaikan irigasi dan penyebaran pupuk kepada petani di Kaltim.

”Harapan kami semua kabupaten/kota, khususnya Berau dapat mengupayakan semaksimal mungkin untuk mencapai target produksi tersebut,” jelasnya.(jay/sul/es/hmsprov)

 

Foto: Wakil Gubernur Kaltim, HM Mukmin Faisyal menyapa sejumlah warga Merancang, di sela-sela panen padi di Kabupaten Berau. (Norjaya/humasprovkaltim).

 

Berita Terkait