Mukmin Faisyal Lepas Rindu di Tanah Kelahiran

Hadiri HUT ke-450 Sinjai

Sirine mobil polisi pengawal  sayup terdengar  melintas di jalan beraspal tipis di Desa Kalaka, Kecamatan Sinjai Utara,  Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Sekitar 20 menit iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan kecil Wakil Gubernur Kaltim, HM Mukmin Faisal HP  dan Istri Ny Hj  Sarminah Mukmin Faisyal, perlahan berhenti di depan Masjid Al Mukminah.

Warga yang sudah menunggu kedatangan Mukmin bersama rombongan  langsung mendatangi kendaraan jenis alphard dengan nomor polisi KT 5 berebut sekedar untuk bersalaman dengan orang nomor dua Kaltim itu.

Beberapa orang nampak, tidak bisa menahan emosi, sambil menangis dan menyalami, mereka memeluk Mukmin Faisyal dan istri yang baru turun dari kendaraan, sebagai rasa haru atas kedatangan saudara mereka yang kini menjadi orang penting di Kaltim.

Turun dari kendaraan, Mukmin Faisyal dan istri serta rombongan langsung berbaur dengan warga setempat yang tidak lain adalah keluarga besar Mukmin Faisyal dan Ny Sarminah untuk berbagi cerita dan melepas rindu, karena telah cukup lama tidak bersua.

Tidak lupa warga setempat menyajikan panganan kecil, antara lain jagung rebus, kacang rebus, borongko pisang, teh, kopi  dan sejumlah makanan khas setempat, termasuk buah durian, bertepatan dengan  musim durian.

“Semua warga di Kampung Kalaka ini adalah saudara, jadi kalau saya ke sini pasti semua datang untuk melepas rindu, sehingga setiap kali ke Sinjai pasti ke sini, karena daerah ini adalah tempat kelahiran saya,” kata Mukmin usai menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-450  Kabupaten Sinjai, Kamis (27/2).

Mukmin mengatakan Kalaka adalah desa tertinggal, sehingga warga setempat yang umumnya bekerja sebagai peternak dan petani, hidupnya juga pas-pasan. Melihat kondisi itu, Mukmin tergerak untuk membantu warga setempat dengan membangun masjid di atas lahan peninggalan orang tua dengan ukuran 25 X 20 meter.

“Alhamdulliah sejak 2011 masjid ini telah beroperasi dan hingga kini tetap berdiri kokoh dan mendapat perawatan sangat baik dari warga setempat,” kata Mukmin sambil terus berbagi cerita dengan sanak keluarga yang hadir.

Sementara itu, salah satu saudara Mukmin Faisyal bernama Syarifuddin mengatakan setiap kali ada kesempatan, Mukmin selalu menyempatkan diri untuk menengok keluarga besar di Kalaka, karena tempat ini sangat bersejarah bagi Ketua DPD Golkar Kaltim itu.

Dia mengatakan, Mukmin dilahirkan di Desa Kalaka 64 tahun silam. Namun  sejak usia empat  tahun, dia harus hijrah ke Balikpapan bersama keluarga, karena rumah mereka di Kalaka dibakar oleh gerombolan pengacau pada saat itu.

“Mukmin bersama ayah dan ibunya selamat dari peristiwa pembakaran tersebut karena bersembunyi di sebuah goa atau lubang persembunyian yang tidak diketahui oleh gerombolan pengacau,” kata Syarifuddin, sambil menunjukan letak goa yang berada di atas bukit atau sekitar satu klilometer dari Masjid Al Mukminah.

Dia juga bercerita Mukmin adalah sosok sangat mencintai keluarga besarnya di Kalaka, karena sebelum membangun Masjid Al Mukminah, di tanah tersebut telah dibangun rumah keluarga yang cukup besar untuk tempat berkumpul seluruh sanak famili.

“Saat itu,  kalau sudah datang ke sini, Pak Mukmin tidak mau tidur di hotel, tetapi lebih memilih bersama semua keluarga. Karena banyak keluarga yang datang, kita semua tidurnya bebaris termasuk Pak Mukmin,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Hj Rusminah yang selama ini mendampingi Mukmin baik dalam suka maupun duka. Dia mengatakan setiap datang ke kampung halaman Desa Kalaka, sebisa mungkin bertemu semua keluarga sebagai bentuk rasa cinta dan kasih sayang pada sanak keluarga.

“Bapak selalu terkenang dengan masa lalunya, karena harus meninggalkan tanah kelahiran di usia belia ke Balikpapan. Namun semua itu menuai hikmah yang luar biasa, karena Kota Balikpapan dan Kaltim menjadikan bapak seperti sekarang ini,” kata Rusminah.

Sebagai rasa syukur, setiap ada kesempatan Mukmin Faisyal bersama keluarga selalu mengunjungi Sinjai, terutama di Desa Kalaka untuk bertemu dan melepas rindu dengan keluarga besar di desa ini, meskipun tidak bisa dilakukan setiap tahun.

Setelah sekitar dua jam berbincang, tidak lupa Mukmin bersama istri juga mengunjungi kerabat yang sudah ujur sehingga tidak mungkin datang ke lokasi pertemuan keluarga.

Mukmin bersama istri berjalan memasuki gang sempit untuk bertemu paman dan bibi yang sudah ujur dan tinggal di rumah yang sangat sederhana pada lokasi yang berbeda.

Mukmin dan istri tidak segan, bahkan tanpa canggung memasuki rumah dan langsung memeluk sang paman dan bibi bahkan menciuminya untuk meluapkan rasa kasih sayang dan kerinduan yang mendalam.

“Ini adalah paman dan bibi saya, karena sudah ujur sehingga tidak mungkin keluar rumah, sehingga saya yang lebih sehat dan muda ini wajib datang ke sini untuk bersilaturahmi,” kata Mukmin.

Meski rasa rindu belum habis, namun pertemuan itu harus diakhiri, karena hari kian senja dan menjelang malam. Mukmin dan rombongan harus beristirahat mengumpulkan tenaga untuk menempuh perjalanan kembali ke ibukota Sulsel, Kota Makassar yang harus ditempuh dalam waktu sekitar enam jam perjalanan darat.

Sesuai jadwal esok harinya (Jumat, 28/2) Mukmin Faisyal  bertemu Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu’mang, guna menjajaki kemungkinan kerjasama dua daerah dalam berbagai bidang dengan tujuan untuk peningkatan ekonomi Kaltim dan Sulsel.

Walau berat hati, keluarga besar Mukmin harus melepas kepergian mantan Ketua DPRD Kaltim itu untuk kembali menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Kaltim. Keharuan kembali terlihat, maklum saja momen seperti ini tidak bisa dirasakan setiap saat.

Terakhir kali Mukmin dan keluarga ke Kalaka, dua tahun lalu. Ketika itu juga menghadiri undangan HUT Sinjai ke-448. Wajar jika perpisahan itu cukup mengharukan dan tentunya saling berharap bertemu kembali di lain waktu dan lain kesempatan.(eko susanto/sul/hmsprov).

//Foto: BERTEMU LAGI. Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisal HP memeluk satu keluarga di Sinjai disaksikan istri ketika mengunjungi daerah tersebut. (fajar/humasprov kaltim).

Berita Terkait