Mukmin Faisyal: Tahun Baru dengan Semangat Baru

SAMARINDA - Hari pertama kerja usai libur tahun baru 2016, Senin (4/1),  dimanfaatkan  Wakil Gubenur  Kaltim HM  Mukmin Faisyal HP melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sidak dimaksudkan untuk melihat tingkat kedisiplinan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim pasca libur tahun baru.

Saat melakukan Sidak, usai memimpin apel pagi di lingkungan Setprov Kaltim,  Wagub Mukmin Faisyal didampingi  Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi, para Asisten dan Kepala SKPD dan Biro terkait Pemprov Kaltim. Sidak pertama dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwiasata Kaltim, Badan  Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) dan  terakhir  ke RSUD AWS Samarinda.  Wagub mengatakan, penegakan disiplin dan peningkatan kinerja merupakan kunci sukses pelaksanaan pembangunan.  

"Tahun baru, semangat juga harus baru. Penegakan disiplin dan peningkatan kinerja ASN  tidak bisa dipisahkan. Kita hadir sebagai ASN adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Mukmin Faisyal saat sidak kemarin.   

Menurut Mukmin, kinerja pemerintahan yang baik hanya bisa diwujudkan jika setiap pegawai memiliki tingkat kedisiplinan yang baik. Selain penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, kedisiplinan yang baik juga akan memberi dampak positif terhadap peningkatan pelayanan publik.

Sebab itulah,  berbagai upaya akan terus dilakukan demi peningkatan disiplin pegawai. Meski disiplin pegawai kini menunjukan tren yang kian positif  dan terus mambaik, namun komitmen untuk kedisiplinan tidak boleh pudar. Disiplin harus menjadi sikap mental dan budaya bagi seluruh pegawai.

"Kedisiplinan yang baik itu lahir dari ketulusan hati, bukan karena paksaan atau takut kepada pimpinan. Kalau kita tidak berani memulai dari sekarang, lalu kapan lagi. Kita harus berani memulai, apapun resikonya," tegasnya.

Mukmin melanjutkan, sebagai pegawai negeri sipil, maka pengabdian kepada bangsa dan negara serta masyarakat adalah tugas yang mulia.  Sebagai abdi negara, maka setiap pegawai negeri sipil terikat dengan tanggung jawab yang harus dilaksanakan.

Kinerja pemerintahan yang baik, pelaksanaan tanggung jawab itu harus dilakukan dengan disiplin yang dilandasi ketulusan hati. Dengan begitu, kedisiplinan itu tidak akan pernah terasa berat.

"Nah, inilah yang harus kita gelorakan hingga menjadi budaya. Sehingga kedisiplinan itu lahir tidak karena terpaksa, tetapi murni karena kesadaran pegawai," kata Mukmin. Wagub berharap setiap pegawai dapat memahami tugas dan fungsi jabatan yang diamanahkan kepada mereka. (mar/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait