Mukmin: Kaltim Telah Membangun Kerjasama dengan Negara ASEAN

 

Kompetisi Kaltim di Era MEA 2015

 

SAMARINDA – Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP mengatakan Kaltim siap berkompetisi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Daerah ini telah membangun kerjasama dengan sejumlah negara anggota ASEAN.

Hubungan antara negara yang telah terbangun menurut Wagub, antara lain kerjasama ekonomi sub regional Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

“Kerjasama ekonomi BIMP-EAGA terbentuk sejak 1994 beranggotakan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Philipina,” kata Mukmin Faisyal dihadapan ribuan peserta 14th Annual Internasional Conference Islamic Studies di Balikpapan, pekan lalu.

Selain itu, Indonesia merupakan wilayah BIMP-EAGA terbesar dengan 14 provinsi yang tersebar dalam wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sementara, Malaysia tiga negara bagian, Philipina dua provinsi dan Brunei Darussalam.

Wilayah-wilayah tersebut ujar Wagub, merupakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan sesuai dengan maksud pembentukan BIMP-EAGA yang diharapkan mampu berperan dalam kegiatan ekonomi global.

Selain BIMP-EAGA, Kaltim selama ini juga telah menjalin kerjasama internasional untuk menarik masuknya investasi, antara lain Sosek Malindo (sosial ekonomi Malaysia-Indonesia) serta kerjasama dengan Pemerintah Northerm Territory (NT) Australia.

“Bagi Kaltim, ASEAN Community 2015 harus disambut positif. Karena akan memberi dampak sangat luas bagi peningkatan pembangunan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Kaltim selalu aktif terlibat dengan kerjasama ASEAN  khususnya dalam lingkup bidang politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budayatelah  terjalin dan terlaksana baik.

“Meskipun berbagai kerjasama terjalin baik. Namun, Pemprov Kaltim menyadari  perubahan dan dinamika di negara-negara kawasan ASEAN yang saat ini berlangsung sangat cepat, sehingga perlu upaya untuk menyikapi sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Dalam menyikapi perubahan dan dinamika itu,  mau tidak mau mengharuskan negara-negara di kawasan ASEAN termasuk Indonesia khususnya Kaltim harus tanggap dan cepat dalam pengambilan keputusan guna memperkuat posisi wilayah dan masing-masing negara.

Karena itu, Kaltim menganggap perlu untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat khususnya para pelaku usaha agar memahami pentingnya kerjasama pada berbagai bidang di kawasan ASEAN yang saling menguntungkan.

Kaltim juga memiliki keunggulan komparatif. Diantanranya, secara geografis merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia dengan wilayah hampir seluas Pulau Jawa. Di bagian Utara kini berbatasan dengan provinsi baru Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebelah Selatan dengan Kalimantan Selatan, Barat dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Serawak Malayasia, sedangkan di sebelah Timur dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi yang merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI-II).

“Jalan Trans Kalimantan di wilayah Kaltim sudah terhubung dengan baik. Sementara itu untuk menghubungkan dua kota besar Samarinda-Balikpapan. Saat  ini mulai dibangun jalan tol sepanjang 99,02 kilometer,” jelasnya.

Selain itu, Kaltim memiliki Bandar Udara Internasional di Balikpapan. Juga, sejumlah Bandara di kabupaten dan kota sudah dapat didarati pesawat berbadan besar. Termasuk, pelabuhan laut dan pelabuhan petikemas yang dapat menunjang kelancaran kegiatan ekonomi dan perdagangan.

Dijelaskan, dari segi perekonomian, perdagangan dan penanaman investasi Kaltim memiliki potensi besar. Diprediksi, perekonomian terus meningkat, menyusul ditetapkannya Kaltim sebagai salah satu Koridor Ekonomi Nasional (National Economic Coridor).

Kemudian bersama Riau dan Sumatera Utara, Kaltim ditetapkan sebagai Klaster Industri berbasis Pertanian Oleochemical di Maloy Kutai Timur serta bersama Jawa Timur sebagai Kalster Industri berbasis minyak dan gas bumi dan kondensat di Kota Bontang. Sedangkan di Kota Balikpapan telah dikembangkan Kawasan Industri Kariangau.

“Ketiga kawasan industri tersebut diharapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tentunya memberikan dampak positif terhadap ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sekaligus untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” kata Mukmin Faisyal.(yans/es/hmsprov).

 

/////FOTO : Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP bersama sejumlah peserta 14th Annual Internasional Conference Islamic Studies.(fajar/humasprov)

Berita Terkait