Mukmin: Optimalisasi Peningkatan Kualitas SDM

Kaltim Harus Siap Hadapi MEA 2015

 

MAKASSAR – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) harus mampu memanfaatkan momentum era perdagangan bebas (pasar global) saat diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dengan mengoptimalisasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Momentum MEA harus mampu dimanfaatkan masyarakat Kaltim khususnya stakeholders (pemangku kepentingan) untuk melakukan percepatan peningkatan kualitas SDM kita di daerah,” kata Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal usai menghadiri ASEAN Mayors Forum 2015 di Four Point Sheraton Hotel Makassar, Selasa (8/9).

Menurut dia, saat pemberlakuan MEA 2015, diberlakukan pula perdagangan bebas juga masuknya secara bebas tenaga-tenaga kerja asing dari  berbagai negara khususnya negara ASEAN ke Indonesia,

Maka perlu adanya upaya antisipasi pemerintah daerah dengan meningkatkan kualitas SDM agar lebih terampil, berkompeten serta berdaya saing, sehingga mampu bertahan dan mengisi pasar kerja di daerah sendiri.

Diakui Wagub bahwa perberlakukan pasar bebas di era MEA bukan hanya merambah ke daerah-daerah perkotaan seperti Balikpapan, Samarinda dan Bontang tetapi akan masuk ke daerah kabupaten bahkan seluruh wilayah yang memerlukan tenaga terampil dan berkualitas.

Selain tenaga kerja juga produk-produk hasil pertanian dan industri akan masuk dari negara-negara ASEAN ke Indonesia terlebih Kaltim karena memiliki kualitas produk yang lebih baik dan berdaya saing.

“Kondisi ini akan menjadi ancaman bagi Kaltim apabila tidak dilakukan langkah-langkah antisipatif. Utamanya percepatan peningkatan kualitas SDM dan tata kelola sumber daya alam yang lebih baik sesuai standar pasar internasional,” jelas Mukmin.

Dia mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah provinsi khususnya sejak kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dalam percepatan peningkatan kualitas SDM dan tata kelola SDA yang berwawasan lingkungan.

Khususnya dibangun sekolah-sekolah unggulan di masing-masing aerah baik kabupaten maupun kota di Kaltim termasuk sekolah-sekolah kejuruan agar terbentuk lulusan yang terampil di bidangnya sertamampu menjawab pangsa pasar kerja di daerah bahkan nasional.

“Komitmen Gubernur  bersama seluruh jajaran ini harus didukung seluruh pemangku kepentinagn terkait di daerah, sehingga di saat era MEA diberlakukan Kaltim sudah mampu mengantisipasinya dengan ketersediaan tenaga dan produk yang berdaya saing,” ujarnya.            Selain itu, sektor investasi yang terbuka luas di Kaltim utamanya melibatkan investor dari berbagai negara Eropa, Rusia bahkan Uni Emirat Arab harus mapu menyerap tenaga kerja local sesuai kebutuhan dan ketersediaan lapangan kerja tersebut.

Apalagi, pembangunan infrastruktur serta pengembangan kawasan industry yang terdapat dibeberapa daerah memerlukan dukungan ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan kompeten dalam pasar ketenagakerjaan.

“Kita memiliki beberapa kawasan industri yang dilakukan melalui kerjasama pemerintah daerah dengan para investor luar negeri dan merupakan peluang besar bagi Kaltim untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang didukung ketersediaan tenaga kerja dan produk yang berkualitas serta berdaya saing,” ungkap Mukmin Faisyal.

Ditambahkan, kerjasama Indonesia khususnya Kaltim dengan negara-negara ASEAN cukup baik dan terjalin cukup lama, sehingga pemberlakuan MEA bukanlah hal baru hanya perlu diantisipasi masuknya produk dan tenaga kerja luar dengan percepatan peningkatan SDM Kaltim dan pengolahan produk yang lebih baik dan berkualitas.

Forum Mayors ASEAN 2015 dihadiri 70 walikota se-Indonesia dan 50 waliota dari negara-negara ASEAN. Pertemuan dilaksanakan selama tiga hari sejak 8-10 September dirangkai dengan Makassar Investment Forum dan ASEAN Expo Forum 2015.(yans/sul/es/hmsprov).

 

///FOTO : Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal bersama Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo disela-sela Pertemuan ASEAN Mayors Forum 2015.(fajar/humasprov)

 

 

Berita Terkait