Mukmin: Wujudkan Kaltim sebagai Provinsi Penggerak Koperasi

Menggerakan Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi dan UMKM

SENDAWAR – Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan Pemprov Kaltim menaruh perhatian besar terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi di daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Terbukti, hingga kini UMKM dan koperasi di Kaltim terus tumbuh dan berkembang. Terutama sejumlah wirausahawan muda yang penuh semangat mengembangkan usaha. Diharapkan, dengan semangat tinggi dan kreatif serta penuh inovasi, pelaku UMKM dan koperasi serta wirausahawan muda mampu bersaing di era global yang penuh tantangan.

“Melalui instansi terkait Pemprov menginstruksikan kepada seluruh perusahaan di daerah agar melakukan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan bagi para wirausahawan melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR). Untuk itu, bagi perusahaan yang belum melaksanakan pembinaan, hendaknya segera merealisasikan,” kata Mukmin pada Rapat Kerja Peningkatan Kinerja Koperasi di Sendawar, Kutai Barat, Kamis (8/5).

Menurut dia, penanaman investasi dan peluang dunia usaha yang bisa digarap pelaku UMKM dan koperasi masih terbuka lebar. Karena Kaltim memiliki potensi sumber daya alam (SDA) sangat besar, berupa hasil hutan, tambang dan migas. Begitu pula dengan sektor agribisnis, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan serta kegiatan perdagangan, jasa dan pariwisata.

“Dengan terbukanya lapangan kerja dari UMKM dan koperasi, diharapkan akan mengurangi tingkat pengangguran dan jumlah penduduk miskin di daerah ini,” jelasnya.

Saat ini, sebut dia, UMKM di Kaltim berjumlah lebih dari 400 ribu unit, sedangkan koperasi lebih dari 6.000 unit. Berkaitan dengan koperasi, Pemprov Kaltim menargetkan akan ada 10 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) unggulan sebagai langkah lanjutan dalam mendukung Kaltim sebagai Provinsi Penggerak Koperasi.

Belum lama ini dilakukan penilaian kepada KSP dengan melibatkan dinas terkait di kabupaten dan kota yang sudah menjadi daerah penggerak koperasi. Adapun daerah tersebut yakni Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Bontang, Balikpapan, Samarinda dan Berau.

“Masing-masing KSP dan seluruh unit koperasi, diharapkan meningkatkan kualitas kinerjanya. Salah satu poin penting yang diharapkan yakni ketaatan untuk menggelar rapat anggota tahunan (RAT) yang paling lambat dilakukan pada akhir Maret,” sebutnya.

Selain itu, Mukmin juga memberikan apresiasi yang tinggi karena Disperindagkop Kaltim juga melakukan peningkatan kompetensi bagi 30 pengurus KSP. Upaya ini dilakukan agar manajemen koperasi bisa berjalan dengan baik sehingga bisa mendorong terbentuknya KSP unggulan di Kaltim. Disperindagkop juga telah memfasilitasi pembiayaan dan permodalan bagi koperasi terpilih dan sejumlah UMKM melalui perbankan.

“Pada prinsipnya, Pemprov Kaltim akan terus berupaya memotivasi peranan kabupaten dan kota untuk pemberdayaan koperasi di daerah. Selain itu, program pemberdayaan koperasi juga masuk dalam program prioritas Pemprov Kaltim untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kaltim,” pungkasnya. (her/es/hmsprov)

///FOTO : Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP meninjau salah satu kios di Pasar Tradisional di Kecamatan Linggang Bigung Kutai Barat.(syaiful/humasprov)

Berita Terkait