Musda Kartini Kesehatan


SAMARINDA - Mewakili Gubernur Kaltim, Plt Kepala Dinas Kesehatan Andi Muhammad Ishak membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kaltim, Minggu (22/12/2019).

 

Kegiatan dilaksanakan Hotel Selyca Plaza Mulia Samarinda  dihadiri  Ketua 1 Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI) Nunik Endang Sunarsih.

 

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kaltim menegaskan peran para bidan sangat vital dan strategis dalam pelayanan anti natal care ataupun post natal care. Salah satu layanan yang sangat mempengaruhi angka kematian ibu dan bayi.

 

"Negara mengamanatkan kepada kita bahwa ada pelayanan minimal yang harus dipenuhi dan harus didapatkan masyarakat. Salah satunya pelayan ibu hamil," katanya.

 

Namun dia juga mempertanyakan sudahkah bidan-bidan melaksanakan peran mereka sesuai amanah peraturan. Sudahkan para bidan punya tanggungjawab kepada ibu hamil di wilayah kerja masing-masing.

 

"Karenanya, pemerintah sangat peduli dan terus mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas para bidan di Kaltim. Agar mereka bisa bekerja dan melayani sesuai standar kompetensi. Bidan adalah pelopor dan pemandu kesehatan. Mereka sebagai Kartini kesehatan ibu dan bayi," ungkapnya.

 

Acara bertema Bidan Pelopor Utama Pemandu Kesehatan Maternal Neo Natal melalui Pelayanan Bermutu pada Era 4.0 diikuti 162  peserta serta 8 calon Ketua Umum PD IBI Kaltim.

 

Tampak hadir Ketua Umum Pengurus Daerah  IBI Kaltim Hj Encik Widyani dan anggota DPR-RI dapil Kaltim Hj Hetifah serta pimpinan dan pengurus cabang IBI kabupaten dan kota se Kaltim, pejabat DKP3A, BKKBN Kaltim, Poltekkes dan mitra kerja/RSUD AWS.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait