Musrenbang Terakhir Faroek, Berharap Successor Lanjutkan Program

Gubernur Awang Faroek menyaksikan penandatanganan berita acara penandatanganan hasil Musrenbang 2018. (norjaya/humasprov)

 

BALIKPAPAN - Tahun ini adalah tahun terakhir periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Senin, 16 April kemarin, menjadi momen terakhir Faroek memimpin Musrenbang. Tahun depan Kaltim sudah akan dipimpin duet pemimpin baru hasil Pilkada Serentak, 27 Juni mendatang. Faroek berharap kerja kerasnya membangun pondasi ekonomi sejak periode pertama (2008-2013) dan periode kedua (2013-2018) untuk mewujudkan transformasi ekonomi Kaltim dapat dilanjutkan oleh para successornya. "Sejumlah proyek strategis kita target selesai tahun ini. Harapan saya, proyek yang belum tuntas bisa dilanjutkan oleh penerus saya," kata Faroek saat membuka Musyarawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Provinsi Kaltim 2018 di Balikpapan, Senin (16/4).

 

Apalagi sebut Faroek,  pada Kaltim Summit III awal tahun tadi, semua pasangan calon gubernur sudah sepakat untuk melanjutkan program pembangunan yang sedang dilaksanakan. Sejumlah proyek strategis yang harus terus dikawal lanjut Faroek, antara lain jembatan tol yang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) Kutai Timur. Ada pula Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar) di Samarinda dan jalan tol menghubungkan Samarinda-Bontang dan Sangatta.  Demikian juga Jembatan Pulau Balang yang diprediksi selesai tahun 2019 harus terus dikawal agar benar-benar mewujudkan interkoneksi antara jalan tol dan kawasan-kawasan industri.

 

Sedangkan dua proyek strategis yang ditargetkan rampung tahun ini adalah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan Bandara Internasional APT Pranoto di Samarinda. Presiden Joko Widodo memberi target  jalan tol beroperasi Desember 2018, sedangkan Bandara APT Pranoto soft opening akan dilakukan pada 24 Mei 2018. Pada saat bersamaan seluruh aktifitas Bandara Temindung akan dihentikan.

 

Awang juga menekan perencanaan pembangunan ke depan tidak mengabaikan transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri berkelanjutan untuk mengubah basis kekuatan ekonomi Kaltim yang hingga saat ini nyatanya masih bertumpu pada kekuatan sumber daya alam tak terbarukan, migas dan batu bara. Namun kata Faroek, selama sepuluh tahun dirinya telah membangun pondasi yang kokoh untuk menyiapkan kejayaan Kaltim ke depan dengan tidak lagi mengandalkan unrenewable resources, tetapi sudah lebih kokoh dengan basis kekuatan ekonomi terbarukan yang berasal dari perkebunan, pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan dan kelauatan. Dimana seluruhnya akan diperkuat dengan produk bernilai tambah yang diolah di kawasan-kawasan industri yang saat ini sudah dikembangkan.

 

Pondasi kokoh itu antara lain berupa Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di Balikpapan, Pelabuhan Internasional Balikpapan yang beberapa hari lalu sudah meresmikan pelayaran perdana International Direct Call ke sejumlah negara dunia. Jalan tol dan kawasan industri yang terkoneksi akan kekuatan lain ekonomi Kaltim masa depan. Selain itu, program pembangunan sumber daya manusia sebagai pelaku-pelaku pembangunan pun telah disiapkan sejak 2009 lalu melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang dan kerja sama dengan berbagai universitas ternama di dunia. "Visi jangka panjang ini sudah seharusnya dilanjutkan. Melanjutkan program ini, berarti mendorong pertumbuhan ekonomi Katim menjadi semakin berkualitas," tegasnya.

 

Awang juga menyebutkan, semua kesuksesan Pemprov Kaltim selama ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai Kodam VI Mulawarman, Polda Kaltim dan Kejati Kaltim yang selama ini sangat membantu Pemprov Kaltim untuk menyelesaikan program-program pembangunan di daerah. Sementara itu, Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain mengatakan hasil musrenbang tahun ini akan dilanjutkan pada 2019. Namun arah pembangunan selanjutnya akan dibahas pada musrenbang tahun 2019. "Tetapi, sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak semua pasangan calon siap melanjutkan program yang telah direncanakan periode sebelumnya. Selanjutnya, tinggal bagaimana mensinergikan dengan visi dan misi pemimpin terpilih saja dengan RPJMD yang disusun saat ini untuk kelanjutan 2018-2023," ucap Zairin.

 

Zairin mengatakan, tahun 2019 yang juga menjadi prioritas pembangunan Pemprov Kaltim adalah bagaimana pemerintah daerah menyiapkan pembangunan hilirisasi industri. Artinya ekspor Kaltim tidak lagi berbentuk barang mentah tetapi barang jadi yang memiliki nilai tambah. Apalagi direct call sudah berjalan. "Apa yang kita rumuskan saat ini sejalan dengan visi Gubernur Awang Faroek Ishak dalam transformasi ekonomi menuju Kaltim Maju 2030," tegasnya. Musrenbang dirangkai penyerahan penghargaan Pelaksanaan Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA), Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik (PPD) 2018 dan penghargaan kepada PT Gunung Bayan Group perusahaan yang telah berpartisipasi dan berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam pembangunan daerah.

 

Hadir Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana dan para pejabat teras Pemprov Kaltim serta. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim. Hadir pula Bupati dan Walikota se Kaltim, Ketua DPRD se Kaltim. Serta Anggota DPRD Kaltim dan DPR RI asal Kaltim. Narasumber dihadirkan mulai dari Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Diah Indrajati. Deputi Menteri Bappenas Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Slamat Sudarsono. Kepala Pusat Pemprograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur Kementerian PUPR Iwan Nurwanto dan Sekretaris Ditjen Bidang Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang Alen Saputra.

 

Hadir pula secara khusus Dubes  Seychelles untuk Indonesia Nico Barito. Diakhir pelaksanaan musrenbang disepakati penandatanganan berita acara oleh berbagai pihak termasuk Anggota DPR RI asal Kaltim Fraksi Golkar Hetifah Sjaifuddian dan Bupati/Walikota se-Kaltim disaksikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait