Mutu Bahan Olah Karet Masih Rendah

 

SAMARINDA - Kualitas karet rakyat yang masih dibawah standar berpengaruh pada harga jual hasil produk.

"Kondisi ini juga menjadi persoalan dari hasil karet petani di Kaltim. Karena bahan olah karet masih rendah," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad.

Menurut dia, sebagaimana penyebab kualitas karet di beberapa daerah penghasil komoditi di Indonesia faktor pengolahan karet rendah. Akibatnya berpengaruh pada harga karet yang cenderung turun karena belum mencapai standar nasional maupun internasional.

Padahal lanjutnya, komoditi unggulan ini seharusnya bisa dijadikan bahan baku untuk beberapa produk berkualitas.

Ujang menjelaskan terus berupaya meningkatkan pengetahuan para petani karet tentang perlunya menjaga bahkan meningkatkan kualitas komoditi karet. Diantaranya melalui pelatihan pengolahan produk perkebunan komoditi karet atau bahan olahan karet (Bokar)  yang diikuti pedagang pengumpul karet, kelompok tani/petani karet di Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat.

"Kita berharap melalui pelatihan ini maka petani mampu meningkatkan kualitas karet demi memperoleh keuntungan dari harga jual yang tinggi," harap Ujang.

Dia menambahkan selama ini petani hanya memikirkan bobot (produktivitas) tanpa memperhatikan mutu sesuai dengan standar perdagangan internasional. Karena itu ujarnya, mutu karet Indonesia kalah bersaing dengan negara tetangga Malaysia dan Thailand.

"Pembinaan dan dorongan yang kita lakukan kepada masyarakat tani karet mampu meningkatkan kualitas produk komoditi karet. Utamanya sesuai permintaan pasar yaitu karet berkualitas," ungkapnya. (yans/sul/ri/adv/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation